Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Disperindag Akui Pasokan Cabai Rawit Sedikit

Kamis 25 Feb 2021 05:10 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Hiru Muhammad

Petani menyemprotkan cairan insektisida pada tanaman cabe di lahan perkebunan cabe rawit di Desa Menang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (16/12).

Petani menyemprotkan cairan insektisida pada tanaman cabe di lahan perkebunan cabe rawit di Desa Menang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (16/12).

Foto: Antara/Rudi Mulya
Naiknya harga cabai rawit karena pasokan yang berkurang.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA--Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur Drajat Irawan mengakui, harga cabai rawit hingga kini masih berada di atas harga normal. Rata-ratanya mencapai Rp 87 ribu per kilogram. Padahal harga normal di kisaran 40 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai keriting dan cabai merah diakuinya masih relatif lebih murah.

"Data di sentra cabai Hari Selasa 23 Februari 2021 masih sama. Kalau di sentra cabai merah besar Rp 30 ribu per kilogramnya, cabai keriting Rp 43 ribu per kilogram, dan cabai rawit ada yang sampai Rp 77-79 ribu," ujar Drajat, Rabu (24/2).

Drajat menyebutkan, naiknya harga cabai rawit karena pasokan yang berkurang. Masuknya musim hujan ditengarai menjadi penyebab utamanya. Mengingat hasil panen yang sedikit, distribusi ke pasar-pasar juga tidak begitu banyak. 

Namun demikian, Drajat optimis harga cabai rawit akan kembali normal seiring dengan rendahnya curah hujan. "Kita lihat. Ini biasanya tidak lama. Sebentar lagi biasanya ada beberapa daerah hujannya agak rendah mungkin bisa mulai panen," ujarnya. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Hadi Sulistyo mengatakan, kenaikan harga disebabkan adanya kecenderungan mundurnya musim tanam. Kondisi La Nina dan jumlah curah hujan cukup tinggi mempengaruhi musim tanam periode sekarang. 

"Secara periodik memang luas tanaman cabai di Bulan Januari relatif rendah, dan akan mengalami musim puncak panen di April hingga Mei," kata Hadi. 

Perkiraan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, potensi luas panen komoditi cabai rawit pada semester I (Januari-Juni) sebesar 22.853 hektar dengan produksi sebesar 286.923 ton. Kemudian potensi luas panen komoditi cabai rawit pada semester II (Juli-Desember) sebesar 39.547 hektar. 

Sedangkan cabai besar, potensi luas panennya pada semester I sebesar 5.973 hektar dengan produksi sebesar 55.939 ton. Kemudian potensi luas panen Semester II mencapai 4.221 hektar.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA