Rabu 24 Feb 2021 14:50 WIB

Pelni Perluas Rute Operasional Kapal Ternak

Pada 2020 Pelni mengangkut sebanyak 6.608 hewan ternak.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya
Kapal ternak KM Cemara.
Foto: Humas Ditjen Hubla
Kapal ternak KM Cemara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni pada tahun ini memperluas rute kapal ternak KM Camara Nusantara I. Sesuai dengan penugasan sebelumnya dari Kementerian Perhubungan, KM Camara Nusantara I hanya melayani trayek Kupang-Waingapu-Tanjung Priok-Cirebon-Kupang.

“Sejak Januari ini, kapal ternak melakukan deviasi rute menuju Wini, Nusa Tenggara Timur karena terdapat permintaan dari dinas setempat untuk membawa muatan sebanyak 250 hewan ternak menuju Ibu Kota,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Opik Taupik dalam pernyataan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (24/2).

Baca Juga

Opik menjelaskan, pengguna jasa kapal ternak yang dioperasikan Pelni yakni Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan koperasi daerah. Begitu juga dengan badan hukum yang telah mendapatkan izin atau rekomendasi dari Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, dan Dinas Peternakan Daerah asal ternak.

Dia menambahkan, pada 2020 Pelni mengangkut sebanyak 6.608 hewan ternak yang dibawa dari Kupang, Waingapu, dan Surabaya. "Tahun 2020 muatan hewan terbanyak diangkut Pelni dari Kupang menuju Jakarta, yakni sebesar 4.713 hewan,” ungkap Opik.

Sebelumnya, Pelni optimistis muatan kapal ternak pada tahun ini akan meningkat. Selain mengoperasikan sembilan kapal barang, saat ini Pelni juga tetap mendapatkan penugasan satu unit angkutan ternak yakni KM Camara Nusantara 1.

“Proyeksi tahun 2021 meningkat 21 persen dari realisasi tahun sebelumnya, dimana pada 2020 Pelni telah mengangkut hingga 6.608 hewan ternak,” kata Opik.

Dia menjelaskan, Pelni menargetkan sepanjang 2021 KM Camara Nusantara 1 mampu membawa hingga delapan ribu ekor hewan ternak menuju Jakarta. Dengan proyeksi tersebut, lanjut Opik, diharapkan mampu mendukung kebijakan nasional untuk swasembada daging.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement