Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Asuransi Syariah Tetap Tumbuh Empat Persen di Masa Pandemi

Rabu 24 Feb 2021 13:56 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya

Asuransi Syariah (Ilustrasi)

Asuransi Syariah (Ilustrasi)

Foto: wepridefest.com
Industri asuransi syariah di Indonesia masih mengalami tren yang cukup baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asuransi syariah Indonesia terus mengalami perkembangan meski dalam laju yang lambat. Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Tatang Nurhidayat mengatakan industri masih bisa tumbuh sekitar empat persen meski di masa pandemi Covid-19.

"Di saat kondisi krisis seperti efek dari pandemi Covid-19 yang dirasakan saat ini, industri asuransi syariah masih bisa tumbuh sekitar empat persen," katanya dalam keterangan, Rabu (24/2).

Secara umum, Tatang mengatakan hingga saat ini industri asuransi syariah di Indonesia masih mengalami tren yang cukup baik. Setidak ada beberapa fase dalam perjalanan industri ini.

Baca Juga

Pertama yaitu pada tahun 1990 yang mana saat itu khusus untuk industri asuransi syariah belum memiliki regulasi apapun. Sekitar tahun 1994 salah satu perusahaan asuransi syariah hadir, dan industri ini hidup dengan regulasi seadanya.

Kemudian fase yang kedua, yaitu pada kisaran tahun 2000an, dimana pertama kali keluarnya fatwa DSN MUI terkait asuransi syariah. Dilanjutkan oleh keluarnya regulasi-regulasi lainnya, termasuk diperbolehkannya untuk membuka unit syariah bagi perusahaan asuransi.

Dan pada tahun 2014 dimulailah fase ketiga saat undang-undang telah menyebutkan terkait asuransi syariah. Ini sekaligus mengamanatkan akan adanya fase keempat, yaitu kewajiban spin off atau pemisahan unit syariah di tahun 2024 nanti.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA