Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Antisipasi Klaster Pengungsian, Tes Antigen Digencarkan

Rabu 24 Feb 2021 12:15 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Ratna Puspita

Warga terdampak banjir mengungsi di gedung olahraga, Kota Tangerang, Banten.

Warga terdampak banjir mengungsi di gedung olahraga, Kota Tangerang, Banten.

Foto: ANTARA/Fauzan
Rapid test antigen secara massal sebagai upaya penyaringan (screening) Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mengupayakan rapid test antigen secara massal sebagai upaya penyaringan (screening) Covid-19 terhadap pengungsi banjir. Langkah ini dilakukan menyusul banyaknya jumlah pengungsi akibat bencana banjir di sejumlah daerah sehingga dikhawatirkan menjadi klaster penularan baru.

"Pencegahan ini dapat dilakukan melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat termasuk juga skrining melalui rapid test antigen. Sehingga mereka yang positif dapat segera dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan di daerahnya untuk memperoleh penanganan lebih lanjut," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam siaran pers, Rabu (24/2). 

Dalam penanggulangan bencana alam, Wiku berharap, para petugas yang berada di posko Covid-19 daerah juga dapat membantu penyediaan kebutuhan pengungsi, sekaligus mengawasi kepatuhan terhadap protokol kesehatan. "Hal ini agar para pengungsi tidak tertular Covid-19. Sehingga pengungsian tidak menjadi klaster baru," katanya. 

Baca Juga

Wiku menambahkan, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memberi perhatian penuh terhadap pengungsi, kerusakan, serta proses rehabilitasi banjir yang terjadi. "Semoga bencana banjir yang sedang dihadapi beberapa provinsi dapat segera teratasi," katanya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA