Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Anggota DPRD DKI: Waspadai Klaster Baru Covid Akibat Banjir

Rabu 24 Feb 2021 12:09 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Ratna Puspita

Foto udara banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Foto udara banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Foto: ANTARA/Fakhri Hermansyah
Kerumunan masyarakat saat banjir berpotensi menimbulkan klaster baru Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mendorong pemerintah untuk mewaspadai munculnya klaster baru dan lonjakan kasus Covid-19 akibat banjir di Ibu Kota. Sebab, menurut dia, kerumunan masyarakat saat banjir, terutama di lokasi pengungsian, berpotensi menimbulkan klaster baru penyebaran virus corona.

"Masyarakat yang mengungsi atau berkerumun sulit dihindari. Akan tetapi harus diwaspai terjadinya klaster baru dan peningkatan kasus," kata Gilbert dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/2).

Baca Juga

Selain terjadinya kerumunan warga, Gilbert juga menyebut, masyarakat yang terdampak banjir cenderung tidak menggunakan masker. "Sepanjang pengamatan, umumnya masyarakat yang terkena banjir tidak menggunakan masker, mungkin karena basah, stok tidak ada terkena banjir, tidak terpikir lagi dan kemungkinan lain," ujarnya. 

Politikus PDIP itu pun menilai, perlu dilakukan pemantauan secara serius dalam penerapan protokol kesehatan serta pemberian masker tambahan kepada masyarakat yang menjadi korban banjir. Selain itu, Gilbert mengatakan, para korban banjir juga diharapkan mendapat prioritas penerima vaksin covid-19.

"Dilakukan pengawasan agar tertib mengikuti prokes (protokol kesehatan) dan diberi prioritas vaksinasi sesuai kondisi mendesak karena banjir ini," ucapnya.

Di sisi lain, Gilbert menambahkan, masyarakat yang menjadi korban banjir juga diminta untuk melakukan langkah antisipasi penularan dengan tetap disiplin menerapkan 3M, yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. "Prosedur 3T tidak menjadi pilihan utama, tetapi langsung ke 3M karena lebih menyelesaikan masalah," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA