Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

PBB Ungkap Penyebab Korban Sipil Perang Afghanistan Turun

Selasa 23 Feb 2021 20:01 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

Personel keamanan Afghanistan mengeluarkan kendaraan yang rusak dari lokasi serangan bom di Kabul, Afghanistan, Sabtu, 20 Februari 2021. Tiga ledakan terpisah di ibu kota Kabul pada Sabtu menewaskan dan melukai banyak orang, kata seorang pejabat Afghanistan.

Personel keamanan Afghanistan mengeluarkan kendaraan yang rusak dari lokasi serangan bom di Kabul, Afghanistan, Sabtu, 20 Februari 2021. Tiga ledakan terpisah di ibu kota Kabul pada Sabtu menewaskan dan melukai banyak orang, kata seorang pejabat Afghanistan.

Foto: AP
Korban sipil akibat perang Afghanistan turun 15 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- PBB menyebut korban warga sipil akibat perang Afghanistan pada 2020 turun 15 persen dibandingkan 2019. Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) dan Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) mengatakan penurunan terjadi karena perubahan taktik pemberontak.

Semakin sedikitnya bom bunuh diri dan berkurangnya jumlah korban yang ditimbulkan pasukan militer internasional juga mendorong turunnya jumlah korban dari kalangan sipil. Namun Afghanistan masih menjadi negara paling mematikan bagi warga sipil di dunia.

Dalam laporannya Selasa (23/2) PBB menekankan perempuan dan anak-anak kelompok yang paling terdampak konflik. Sekitar 43 persen korban perang dari kalangan sipil adalah perempuan dan anak-anak.

Serangan terhadap warga sipil termasuk serangan pada anggota peradilan, media dan aktivis. Serangan terhadap kelompok agama minoritas seperti muslim Syiah, kelompok etnik Hazara dan masyarakat Sikh juga masuk kategori serangan terhadap warga sipil.

PBB mengatakan pada 2020 sebanyak 8.820 warga sipil menjadi korban perang sekitar 3.035 orang tewas dan 5.785 lainnya terluka. Pertama kalinya sejak 2013 jumlah korban perang Afghanistan dalam satu tahun dibawah 10 ribu. Jumlahnya turun 15 persen dibandingkan 2019.

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA