Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Kasus Kematian Meningkat di DIY Selama PPKM

Selasa 23 Feb 2021 19:07 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Hiru Muhammad

Spanduk himbauan aturan protokol kesehatan Covid-19 terpasang di lokasi wisata Tamansari, Yogyakarta, Ahad (21/2). Pemerintah Daerah Yogyakarta memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro hingga 8 Maret mendatang. Menurut Satgas Covid-19 Yogyakarta, sejak pemberlakuan PPKM mikro di Yogyakarta kasus Covid-19 turun signifikan.

Spanduk himbauan aturan protokol kesehatan Covid-19 terpasang di lokasi wisata Tamansari, Yogyakarta, Ahad (21/2). Pemerintah Daerah Yogyakarta memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro hingga 8 Maret mendatang. Menurut Satgas Covid-19 Yogyakarta, sejak pemberlakuan PPKM mikro di Yogyakarta kasus Covid-19 turun signifikan.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
PPKM dapat dikatakan berhasil jika seluruh indikator yang ditetapkan ke arah positif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, tren perkembangan kasus kematian di sejumlah provinsi cenderung bervariasi dan belum menunjukan perubahan yang signifikan. Berdasarkan data Satgas, sejumlah daerah seperti Banten, DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menunjukan peningkatan persentase kematian.

Bahkan di DIY, kata Wiku, tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,22 persen dibandingkan sebelum dilaksanakannya PPKM. “Kondisi ini menunjukan bahwa ternyata meskipun kasus aktif dan kesembuhan cenderung mengalami perkembangan ke arah positif pada sebagian besar provinsi yang menjalankan PPKM, tidak serta merta berdampak positif juga pada perkembangan kematian,” jelas Wiku saat konferensi pers, Selasa (23/2).

Sementara itu, DKI Jakarta menunjukan penurunan kasus kematian secara konsisten sejak PPKM kabupaten kota tahap pertama diberlakukan. DKI Jakarta tercatat mengalami penurunan kasus kematian dari 1,72 persen menjadi 1,58 persen atau turun sebesar 0,14 persen.

Sedangkan di provinsi lainnya mengalami tren yang fluktuatif dan bahkan peningkatan. Seperti di Jawa Barat yang sempat mengalami kenaikan kasus pada periode PPKM tahap kedua. Di Bali, kasus kematiannya tercatat mengalami peningkatan pada tahap pertama PPKM berlangsung. Bahkan angka kenaikannya cukup tajam dibandingkan sebelum PPKM dilaksanakan.“Namun Bali berhasil kembali menurunkan persen kematiannya pada periode PPKM tahap dua dan tiga,” ujarnya.

Wiku menegaskan, pelaksanaan PPKM dapat dikatakan berhasil jika seluruh indikator yang ditetapkan menunjukan perkembangan ke arah yang positif. Karena itu, angka kematian harus dapat ditekan secara maksimal.

Baca juga : PPKM Mikro Diklaim Efektif Kendalikan Penyebaran Covid-19

Pelaksanaan PPKM berbasis mikro ini, kata dia, diharapkan dapat meningkatkan upaya masing-masing daerah dalam menekan kematian. Wiku pun meminta pemerintah daerah di tujuh provinsi yakni DKI Jakarta, Jabar, Banten, Bali, DIY, Jateng, dan Jatim hingga tingkat RT RW dapat bekerja sama menurunkan kasus kematian.“Salah satu solusinya adalah membantu puskesmas dalam melakukan upaya proaktif deteksi dini masyarakat di RT RW-nya yang menunjukan gejala, kemudian membantu masyarakat untuk dirujuk ke rumah sakit apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut,” katanya.

Selain itu, ia meminta daerah agar meningkatkan layanan kesehatan dan pemeriksaan Covid-19 sedini mungkin sehingga pasien dapat segera sembuh. Wiku juga meminta masyarakat agar terus disiplin menerapkan prokes serta mengikuti upaya penanganan yang tengah dilakukan pemerintah.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA