Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Besok Sejumlah Daerah Mulai Vaksinasi Lansia

Selasa 23 Feb 2021 19:01 WIB

Red: Indira Rezkisari

Warga lansia meninggalkan lokasi vaksinasi seusai divaksin COVID-19 di SDN 04 Pagi Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Selasa (23/2/2021). Vaksinasi lansia akan dimulai di sejumlah daerah seperti Banten dan Jawa Barat pada Rabu (24/2/2021).

Foto:
Lansia disarankan periksa kesehatan dulu sebelum divaksin.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, sebanyak 10,7 persen kasus aktif Covid-19 di Indonesia berasal dari pasien lansia atau yang berusia lebih dari 60 tahun ke atas. Namun, sebanyak 48,3 persen kasus meninggal karena Covid-19 tercatat juga dari kalangan para lansia.

Hal ini disebabkan karena proses penuaan pada tubuh manusia sehingga fungsi kekebalan tubuh pun semakin menurun. Infeksi Covid-19 pada lansia pun sering kali diperparah dengan kondisi penyakit penyerta atau komorbid, seperti penyakit jantung, saluran pernapasan paru-paru, dan juga gangguan pada ginjal.

Karena itu, kata Wiku, pemerintah juga memprioritaskan vaksinasi Covid-19 kepada kelompok rentan ini. “Mengingat rentannya risiko keparahan Covid-19 pada populasi lansia, maka pemerintah juga memprioritaskan vaksinasi kepada lansia segera mungkin,” ujar dia saat konferensi pers, Selasa (23/2).

Suntikan vaksin kepada lansia ini diberikan sebanyak dua dosis dengan selang waktu 28 hari dari suntikan dosis pertama. Wiku mengatakan, vaksinasi untuk lansia ini telah dimulai di ibu kota provinsi di seluruh provinsi di Indonesia, khususnya di Jawa dan Bali. Hal ini dengan mempertimbangkan tingkat kasus, kesiapan fasilitas penyimpanan vaksin, dan telah tercapainya target tahapan vaksinasi kepada tenaga kesehatan.

“Vaksinasi dapat dilakukan melalui fasilitas kesehatan pemerintah maupun nantinya dengan organisasi lain yang bekerjasama dengan pemerintah,” tambah dia.

Untuk mendapatkan layanan vaksinasi melalui fasilitas kesehatan pemerintah, masyarakat dapat mengisi pendaftaran secara online di website Kemenkes. Setelah mengisi data tersebut, maka seluruh data peserta akan masuk ke dinas kesehatan provinsi untuk ditetapkan jadwal pelaksanaan vaksinasi.

Sedangkan mekanisme kedua yakni melalui vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh organisasi atau institusi yang bekerja sama dengan Kemenkes ataupun dinas kesehatan.

“Untuk mengantisipasi KIPI, di setiap pelaksanaan vaksinasi, maka setiap dinkes kabupaten kota harus menyediakan narahubung perwakilan dari tempat pengaduan baik bagi panitia penyelenggara ataupun pasien,” ujarnya.

Kepada lansia, Wiku menyarankan memeriksakan kesehatan terlebih dulu sebelum memutuskan menerima vaksinasi Covid-19. Hal itu perlu dilakukan guna memastikan lansia yang akan menerima vaksinasi tidak memiliki penyakit penyerta yang termasuk kategori penyakit tidak boleh menerima vaksinasi.

"Apabila tidak yakin dapat memeriksa ke dokter dulu sebelum memutuskan menerima vaksin," ujarnya. Dia mengingatkan terdapat beberapa kelompok lansia yang tidak dapat menerima vaksin, utamanya yang memiliki paling sedikit lima dari 11 penyakit yang tidak dapat menerima vaksinasi.

Wiku menyebutkan 11 penyakit yang tidak dapat menerima vaksinasi Covid-19 atau memerlukan konsultasi tenaga kesehatan adalah hipertensi, diabetes, kanker, paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke dan penyakit ginjal. "Kami harap keluarga perhatikan riwayat penyakit lansia calon penerima vaksin," ujar Wiku.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan lansia lebih difokuskan pada vaksinasi tahap kedua karena risiko kematiannya paling tinggi di antara kelompok lain. “Mereka adalah grup yang harus dilindungi terlebih dahulu. Dari yang sudah terpapar Covid-19, sebanyak 50 persen adalah lansia. Dari kematian yang sudah terpapar Covid, 50 persen adalah lansia,” katanya.

Menteri meminta para pimpinan daerah mempercepat proses vaksinasi dengan metode sentra-sentra vaksin secara massal. Pemerintah, sebutnya, membutuhkan kerja sama penyediaan banyak tempat publik untuk vaksinasi massal. “Tapi tetap mengindahkan protokol kesehatan,” katanya.

photo
Isolasi di Rumah. - (Republika.co.id)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA