Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Puluhan Pejabat Argentina Dapat Vaksin Diam-Diam

Selasa 23 Feb 2021 16:10 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

 Presiden Argentina Alberto Fernandez.

Presiden Argentina Alberto Fernandez.

Foto: Juan Ignacio/EPA
Banyak pejabat masuk sebagai penerima vaksin covid-19 secara tidak sah.

REPUBLIKA.CO.ID, BUENOS AIRES — Pemerintah Argentina merilis nama dari puluhan pejabat yang secara diam-diam telah mendapatkan vaksinasi untuk mencegah infeksi virus corona jenis baru (COVID-19). Mendapatkan vaksin secara diam-diam adalah melanggar aturan yang ditetapkan negara itu.

Daftar dari sekitar 70 orang dirilis pada Senin (22/2) oleh Pemerintah Argentina. Diantara nama-nama pejabat yang termasuk sebagai penerima vaksin COVID-19 secara tidak sah itu diketahui adalah para petinggi dari Partai Peronis yang berkuasa, pejabat pemerintah tingkat menengah dan anggota keluarga mereka.

Dilansir BNN Bloomberg, daftar nama itu diungkapkan setelah Presiden Argentina Alberto Fernandez secara resma memberhentikan Menteri Kesehatan Gines Gonzalez Garcia, pada Jumat (19/2) lalu. Menteri diberhentikan menyusul skandal vaksinasi yang terus meluas dan mengkhawatirkan publik di negara Amerika Latin itu.

Menurut protokol Pemerintah Argentina, sebanyak 763.000 pekerja di rumah sakit berada di urutan pertama untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Setelah itu, gelombang awal vaksinasi di negara itu dilanjutkan untuk orang berusia 70 tahun atau lebih dan lansia yang tinggal di fasilitas geriatri.

Hingga pekan lalu, Argentina hanya memberikan 634.000 dosis vaksin Sputnik V dari Rusia. Pemerintah mengeluarkan klarifikasi pada Senin (22/2) bahwa orang dengan pekerjaan atau fungsi strategis memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksinasi gelombang awal.

Baca juga : Kedubes RI di Myanmar Didemo Pengunjuk Rasa Antikudeta

Skandal, yang dijuluki sebagai ‘Vaksinasi VIP’ oleh pers lokal Argentina sangat menjatuhkan nama dari Fernandez. Dia selama berbulan-bulan lalu telah berjanji bahwa vaksin COVID-19 akan didistribusikan secara adil. Hal ini ia ungkapkan menjelang pemilihan paruh waktu pada Oktober mendatang.

Pemerintahan yang dipimpin Fernandez saat ini juga jauh dari pencapaian target inokulasi. Sebelumnya, ia berjanji untuk memvaksinasi hingga 10 juta orang di Argentina pada akhir Februari.

Diantara orang-orang yang ada dalam daftar penerima vaksin COVID-19 secara diam-diam diketahui adalah anggota parlemen Eduardo Valdes yang berusa 65 tahun, Menteri Ekonomi Martin Guzman (38), dan beberapa penasihatnya. Ada juga mantan presiden Argentina Eduardo Duhalde (79,) bersama istri dan putrinya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA