Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Bagi Keluarga Ini, Tinggal di Sebelah Al-Aqsa adalah Bencana

Selasa 23 Feb 2021 15:57 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

Bagi Keluarga Ini, Tinggal di Sebelah Al-Aqsa adalah Bencana. Keluarga Palestina Mohammed Bashiti dan istrinya, Binar, memandang Dome of Rock di kompleks Masjid Al-Aqsa dari halaman rumah mereka di Kota Tua Yerusalem.

Bagi Keluarga Ini, Tinggal di Sebelah Al-Aqsa adalah Bencana. Keluarga Palestina Mohammed Bashiti dan istrinya, Binar, memandang Dome of Rock di kompleks Masjid Al-Aqsa dari halaman rumah mereka di Kota Tua Yerusalem.

Foto: MEE/Aseel Jundi
Sepanjang hidup, anak-anak mereka mengalami penyiksaan dan penangkapan oleh Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Mohammed Bashiti memiliki lokasi rumah strategis yang bersebelahan dengan pemandangan Masjid al-Aqsa. Namun, alih-alih menikmati itu, Mohammed harus melalui sejumlah kasus yang menimpa keluarganya.

Tiga anaknya, yaitu Hisham, Hatim, dan Abdul-Rahman telah menghabiskan sebagian besar waktu mereka di penjara Israel, pusat interogasi, atau di bawah penahanan dan tahanan rumah. Sejak 1980-an, keluarga Bashiti telah menerima tawaran menggiurkan dari Israel untuk meninggalkan rumah mereka. Sebab, ada calon pembeli yang mendambakan pemandangan itu.

Menanggapi itu, keluarga tersebut menolak menjual rumah mereka. Segera otoritas Israel berusaha menekan mereka dan menempatkan mereka melalui sejumlah krisis.

Baca Juga

Anak laki-laki Bashiti

Putra tertua Mohammed, Hisham (20 tahun) telah dipenjara sejak Oktober lalu atas tuduhan melemparkan bom molotov ke pasukan pendudukan di kota Isawiya, dekat Yerusalem. Sidang telah diadakan di pengadilan Israel tapi keputusan belum tercapai.

Sementara Hatim (17) adalah anak yang paling beruntung di antara saudara-saudaranya. Dia dapat bergabung kembali ke keluarganya dan dapat bersekolah tahun ini. Sekarang, Hatim sedang mempersiapkan ujian umum.

Si bungsu, Abdul-Rahman (16) yang menderita diabetes sejak umur empat tahun, belum lama secara paksa dipindahkan ke tahanan wajib di kota Shuafat dengan dakwaan tidak jelas. Dinas rahasia Israel telah menuntut agar orang tuanya tinggal bersama Abdul-Rahman sepanjang waktu.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA