Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Kota Tasikmalaya Kembali Masuk Zona Merah

Selasa 23 Feb 2021 15:33 WIB

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Yudha Manggala P Putra

Para orang tua santri menjemput anak mereka yang selesai menjalani isolasi di Hotel Crown Kota Tasikmalaya, Selasa (23/2). Sebelumnya, ratusan santri dan pengajar Pesantren Persis 67 Benda Kota Tasikmalaya terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka diisolasi di sejumlah tempat, di antaranya Hotel Crown, RS Dewi Sartika, RSUD dr Soekardjo, dan asrama pesantren.

Foto:
Tasikmalaya kembali masuk zona merah berdasarkan hasil evaluasi per Senin kemarin.

Kendati demikian, jika dilakukan pemetaan secara kewilayahan, mayoritas kelurahan di Kota Tasikmalaya masuk ke dalam zona hijau dan zona kuning. Kelurahan yang masuk zona merah hanya Kelurahan Nagarasari, lokasi pesantren yang menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Menurut Asep, selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro penambahan kasus di Kota Tasikmalaya cenderung terkendali. Penambahan kasus harian berkisar antara 20-30 kasus.

Namun, beberapa waktu lalu terdapat penambahan ratusan kasus dari klaster pesantren. Setidaknya, terdapat 389 kasus dari klaster pesantren itu. Karenanya, ia menduga peningkatan status zonasi Kota Tasikmalaya disebabkan oleh munculnya klaster pesantren.

"Saya yakin, pekan depan kita juga turun lagi. Karena klaster pesantren juga sudah pada sembuh," kata Asep.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, hingga Selasa terdapat 4.105 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya. Sebanyak 3.357 orang telah dinyatakan sembuh, 677 orang masih menjalani isolasi, dan 71 orang meninggal dunia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA