Selasa 23 Feb 2021 13:44 WIB

TNI AU Kerahkan Pesawat Modifikasi Cuaca di Jabodetabek

Teknologi modifikasi cuaca diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di Jabodetabek.

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ratna Puspita
[Ilustrasi] Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan oleh TNI AU, BPPT, BNPB, dan BMKG.
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
[Ilustrasi] Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan oleh TNI AU, BPPT, BNPB, dan BMKG.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- TNI Angkatan Udara (AU) menerbangkan pesawat CN-295 untuk melaksanakan proses penyemaian awan lewat operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Dengan TMC itu diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di wilayah Jabodetabek. 

"TMC dilaksanakan menggunakan pesawat CN-295 A-2901 Skadron Udara II Lanud Halim Perdanakusuma," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma TNI Indan Gilang, saat dikonfirmasi, Selasa (23/2). 

Baca Juga

Dia menjelaskan, pesawat tersebut diterbangkan oleh Kapten Pnb Riyo dan Kapten Pnb Iskandar. Pesawat itu setidaknya mengangkut delapan konsul atau tabung dengan total garam seberat 2,4 ton. Garam tersebut ditaburkan di atas ketinggian 10.000 hingga 12.000 kaki. 

Ada sejumlah wilayah yang dijadikan target penaburan garam dari ketinggian tersebut. Lokasi wilayah-wilayah yang terdapat awan berpotensi hujan itu berada di daerah Selat Sunda, Ujung Kulon, dan Lampung Timur. Dengan begitu diharapkan hujan tidak masuk ke wilayah Jabodetabek. 

"Melalui modifikasi cuaca diharapkan dapat mengurangi risiko banjir seperti yang terjadi di Jabodetabek pada awal tahun ini," kata dia. 

Menurut Gilang, kegiatan TMC ini adalah bentuk kerjasama antara TNI AU dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pelaksanaannya telah dilakukan pada Senin (22/2) lalu. 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC-BPPT) menerjunkan tim TMC untuk melaksanakan redistribusi curah hujan yang berpotensi banjir. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayah Jabodetabek. 

"Kegiatan operasi TMC secara resmi sejak Ahad sore kemarin. Posko TMC dipusatkan di Lanud Halim Perdanakusuma. Hari ini rencananya akan didukung dua unit pesawat Casa 212 dan CN 295 yang memiliki kapasitas angkut lebih besar, sebagai antisipasi pengulangan siklus hujan ekstrem berikutnya," kata Kepala BBTMC-BPPT Jon Arifian, dalam keterangannya, Senin (22/2). 

Pada Ahad kemarin, sekitar pukul 15.05 WIB tim TMC melaksanakan satu sorti penerbangan dengan pesawat Cassa 212 dari landasan pacu Halim. Operasi ini ditargetkan pada area semai di daerah upwind Jabodetabek sekitar Cilegon dan pesisir timur Lampung. 

"Secara umum cuaca hari ini lebih kering dibandingkan periode 2-3 hari sebelumnya. Pertumbuhan awan terganggu oleh adanya divergensi angin memasuki pulau Jawa bagian barat. Kecepatan angin atas relatif kencang serta kelembaban lapisan atas rendah," kata dia. 

Target utama operasi TMC di Jabodetabek tahun ini, lanjut Jon, untuk mengurangi potensi hujan pada siang hari di Jabodetabek sekitarnya. Diharapkan dengan demikian, tingkat kejenuhan tanah berada pada level aman untuk menampung hujan. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement