Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

UEA Hapus Saudi dan Mongolia dari Daftar Hijau Pelancong

Selasa 23 Feb 2021 13:20 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Esthi Maharani

Suasana Bandara Internasional Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Suasana Bandara Internasional Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Foto: Arabian Business
Daftar hijau UEA diperbarui secara berkala

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Ibu kota Uni Emirat Arab (UEA), Abu Dhabi, telah memperbarui daftar hijau negara maupun lokasi transit dimana para pelancong dapat memasuki emirat tanpa perlu melakukan karantina saat kedatangan. Dalam daftar terbaru ini, Abu Dhabi menghapus Arab Saudi dan Mongolia.

Wisatawan yang datang dari negara "hijau" disebut tidak perlu melakukan isolasi mandiri setelah menerima hasil tes negatif. Sementara, siapa pun yang terbang ke Abu Dhabi dari negara yang tidak ada dalam daftar hijau, harus mengisolasi diri selama 10 hari.

Dilansir di The National News, Selasa (23/2), daftar negara ini awalnya diterbitkan pada Desember 2020. Daftar ini lantas diperbarui secara berkala, dengan perubahan terbaru dilakukan pada Senin (22/2) kemarin..

Saat ini, ada total 10 negara yang masuk daftar hijau. Mereka adalah; Australia, Bhutan, Brunei, China, Greenland, Hong Kong (SAR), Islandia, Mauritius, Selandia Baru dan Singapura.

Pencantuman suatu negara dalam daftar hijau perjalanan Abu Dhabi tergantung pada perkembangan terbaru, terkait protokol dan pedoman Covid-19 suatu negara. Semua pelancong internasional yang ingin masuk ke Abu Dhabi harus menunjukkan hasil tes PCR negatif dan mengambil tes PCR kedua saat memasuki ibu kota.

Sementara itu, menanggapi varian atau mutasi baru virus Covid-19, Arab Saudi telah memperketat kontrol perbatasan. Negara ini menangguhkan sementara penerbangan ke kerajaan dari UEA, AS, Argentina, Jerman, Indonesia, Irlandia, Italia, Pakistan, Brasil, Portugal, Inggris Raya, Turki, Afrika Selatan, Swedia, Swiss, Prancis, Lebanon, Mesir, India dan Jepang.

Larangan ini juga berlaku bagi orang yang datang dari negara lain, namun melakukan transit atau perhentian di salah satu tujuan tersebut. Namun, aturan tersebut tidak berlaku untuk warga negara Saudi, diplomat, praktisi kesehatan dan keluarga mereka.

Negara Mongolia juga telah membatasi masuknya orang asing. Saat ini mereka memberlakukan larangan penerbangan komersial, meskipun penerbangan sewaan (charter) sesekali masih beroperasi ke negara di Asia timur ini.

Negara dengan ibukota terdinginn di dunia ini juga memberlakukan aturan bagi mereka yang memiliki visa, tempat tinggal, atau warga negara yang sah, yang dapat terbang ke Mongolia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA