Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Ulama Jatim: Vaksinasi, Ikhtiar Wajib Atasi Pandemi Covid-19

Selasa 23 Feb 2021 13:04 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Vaksin Covid-19 (ilustrasi).

Vaksin Covid-19 (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Vaksinasi Covid-19 merupakan ikhtiar wajib dalam membantu mengakhiri pandemi

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Puluhan kiyai dan ulama Jawa Timur mengikuti program vaksinasi Covid-19 di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Selasa (23/2). Ada sekitar 98 kiyai dan ulama yang merupakan tokoh Nahdlatul Ulama Jatim, yang mengikuti program vaksinasi tersebut. Ketua PWNU Jatim Marzuqi Mustamar menyatakan, vaksinasi yang digelar merupakan ikhtiar wajib dalam membantu mengakhiri pandemi Covid-19 di Indonesia.

"Ini sebagai ikhtiar zahir yang wajib dilakukan, meskipun takdir semuanya dari Allah SWT. Yang jelas vaksin ini halal dan maslahah untuk kita semua,” kata Marzuqi.

Marzuqi menyatakan, kiyai dan ulama merupakan elemen masyarakat yang harus masuk dalam prioritas vaksinasi. Karena, kata dia, kiai atau ulama merupakan sosok yang banyak berinteraksi dengan umat, jamaah, dan santri. Sehingga jika tidak segera diupayakan vaksinasi, pelayanan kepada umat bisa terhambat.

“Harapan kami setelah para kiai dan ulama sudah divaksin dua kali dan benar-benar menguatkan imun dan aman, maka nanti bisa melayani tamu, bisa mengimami shalat, mengajar santri, dan peran-peran keumatan lainnya tanpa was-was," kata Marzuqi.

Marzuqi melanjutkan, penyuntikan vaksin Covid-19 terhadap kiyai dan ulama juga sekaligus memberi pesan kepada masyarakat bahwa tidak ada alasan untuk menolak vaksin. Mengingat, setelah dilakukan kajian, vaksn Sinovac yang dicanangkan pemerintah, dipastikan aman, halal, dan maslahat bagi umat.

"Kan di luar banyak yang membuat isu aneh-aneh soal vaksin,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rosyad Malang ini.

Baca juga : Vaksinasi tak Jamin Terbebas dari Covid, Tapi...

Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) PWNU Jatim, dr. H. Hidayatullah menambahkan, proses vaksinasi ini dilakukan oleh tiga belas vaksinator dari rumah sakit yang terhimpun dalam Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (Arsinu) Jatim. Pihaknya juga menyiapkan tujuh ambulan dan satu mobil medical check-up sebagai antisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan pascavaksinasi.

Adapun, 98 kiyai dan ulama yang mengikuti program vaksinasi di antaranya adalah KH. Anwar Manshur, yang merupakan pengasuh PP Lirboyo, Kediri. Kemudian ada KH. Anwar Iskandar, pengasuh PP Al-Amin, Kediri; KH. Agoes Ali Masyhuri, pengasuh PP Bumi Sholawat, Sidoarjo; KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, pengasuh PP Zainul Hasan Genggong, Probolinggo; KH. Marzuqi Mustamar, pengasuh PP Sabilur Rosyad, Malang; KH. Abd Salam Shohib, pengasuh PP Mamba'ul Ma'arif Denanyar; dan KH. Abdul Hakim Mahfudz, pengasuh PP Tebuireng, Jombang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA