Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Isu Uighur Dorong 12 Perusahaan Jepang Putus Bisnis China

Selasa 23 Feb 2021 11:01 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Bendera Jepang. Setidaknya 12 perusahaan besar Jepang sedang mempertimbangkan untuk memutuskan hubungan bisnis dengan China.

Bendera Jepang. Setidaknya 12 perusahaan besar Jepang sedang mempertimbangkan untuk memutuskan hubungan bisnis dengan China.

Foto: techgenie.com
Pemerintah Jepang bersikap pasif menanggapi isu Uighur di China

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Setidaknya 12 perusahaan besar Jepang sedang mempertimbangkan untuk memutuskan hubungan bisnis dengan China. Hal itu menyusul adanya dugaan kerja paksa terhadap etnis Uighur di Xinjiang.

Kyodo News dalam laporan investigasinya mengungkap, beberapa perusahaan Jepang tengah mengkaji untuk mengakhiri hubungan bisnisnya dengan perusahaan Cina karena isu Uighur. Sementara, 12 perusahaan besar Jepang hendak menghentikan kesepakatan bisnis mereka dengan Beijing.

Baca Juga

"Tekanan meningkat pada perusahaan Jepang untuk mengambil tindakan atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam rantai pasokan," kata Kyodo News dalam laporannya, Senin (23/2).

Menurut Kyodo News, Pemerintah Jepang telah bersikap pasif dalam menanggapi dugaan adanya pelanggaran HAM sistematis di Xinjiang. Hal itu karena Jepang khawatir memprovokasi China.

Pada Senin (22/2),  Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan negaranya membuka diri untuk PBB jika ingin menyelidiki dugaan adanya kerja paksa dan genosida terhadap etnis Uighur di Xinjiang. Dia kembali menekankan tidak ada praktik demikian di wilayah tersebut.

Baca juga : Parlemen Kanada Akui Genosida Muslim Uighur

“Pintu ke Xinjiang selalu terbuka. Orang-orang dari banyak negara yang telah mengunjungi Xinjiang telah mempelajari fakta dan kebenaran di lapangan. China juga menyambut Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia (PBB) untuk mengunjungi Xinjiang," kata Wang saat berbicara di Dewan HAM PBB.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA