Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Sinergi Kampus dan Industri Dibutuhkan

Selasa 23 Feb 2021 06:58 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Friska Yolandha

Fasad Gedung Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Fasad Gedung Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Foto: dok astra
Sinergi kampus dan industri jadi perantara memperkuat penciptaan lapangan kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kampus harus melakukan sinergi dengan industri. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam mengatakan sinergi antara kampus dan industri dalam pendidikan mampu membantu menyediakan wadah pelatihan bagi perguruan tinggi di dunia kerja dan menghasilkan lulusan yang unggul.

"Mari bersama kita bergandengan tangan dalam menyiapkan masyarakat dan lulusan perguruan tinggi yang unggul serta bersama dalam menciptakan dunia kerja yang lebih baik demi membangun Indonesia yang maju dengan pengalaman yang dimiliki selama program magang," kata Nizam, saat peresmian peluncuran program Entrepreneurship Training Centre (ETC) Fakultas Pertanian dan Peternakan Undip, Senin (22/2).

Nizam menambahkan sinergi antara kampus dan industri menjadi perantara untuk saling memperkuat dan berakselerasi dalam menciptakan lapangan kerja dan mengakses pasar dunia. Selain itu adanya teknologi menjadi lompatan dalam perkembangan pembangunan industri di Indonesia sehingga dapat melahirkan startup Indonesia yang dapat bersaing dengan negara-negara di dunia.

"Saya sangat mengapresiasi atas kerjasama sinergi antara pendidikan tinggi dan dunia kerja harus dilakukan dengan sangat kuat sehingga melahirkan manusia unggul dengan kesamaan visi dan misi antara kedua belah pihak sehingga mewujudkan Indonesia yang lebih baik melalui SWIFT (Shared vision, Win-win, Inisiatif, Fast Result and Trust)," kata dia, dalam keterangannya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Diponegoro Yos Johan Utama mengatakan melalui program ETC memberikan pelatihan kepada mahasiswa untuk mempersiapkan diri dalam memasuki dunia kerja. Akhirnya, diharapkan bisa membantu mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja yang sebenarnya.

"Tantangan pada dunia kerja tidak hanya berhenti sampai pada menyiapkan tenaga kerja yang siap terjun, tetapi harus setingkat lebih maju dengan menyiapkan mahasiswa sebagai pencipta lapangan tenaga kerja yang dibekali dengan ilmu selama mengikuti program Entrepreneurship Training Centre," tutur Yos.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA