Senin 22 Feb 2021 21:42 WIB

Wapres Apresiasi Terowongan Silaturahmi Masjid Istiqlal

Terowongan Silaturahmi ini patut menjadi contoh bagi masjid-masjid lainnya di wilayah

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Muhammad Fakhruddin
Wapres Apresiasi Terowongan Silaturahmi Masjid Istiqlal (ilustrasi).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Wapres Apresiasi Terowongan Silaturahmi Masjid Istiqlal (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengapresiasi telah selesai dibangunnya “Terowongan Silaturrahmi” dalam renovasi Masjid Istiqlal. Wapres menilai terowongan yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral sebagai representasi Muslim-Nasrani.

"Terowongan Silaturrahmi ini akan menjadi simbol toleransi dan kebhinekaan bangsa Indonesia," kata Wapres saat menghadiri peringatan Milad Masjid Istiqlal ke-43 yang disiarkan secara daring, Senin (22/2).

Ia mengatakan, Terowongan Silaturahmi ini patut menjadi contoh bagi masjid-masjid lainnya di wilayah ibukota dan daerah lainnya, bahkan di tingkat regional maupun global.

Wapres berharap di hari milad Masjid Istiqlal ke-43, Masjid Istiqlal menjadi contoh dan teladan bagi masjid-masjid lain. Wapres mengatakan, sebagai masjid kebanggaan Muslim Indonesia, peran dan kontribusi Masjid Istiqlal sangat dinantikan.

"Terutama dalam menebarkan kesejukan dan kedamaian kepada masyarakat, merawat harmoni dan persatuan, serta terus konsisten dakwah Islam wasathiyah dan rahmatan lil alamiin dalam rangka menuju Indonesia yang lebih maju," kata Ma'ruf.

Wapres menyebut, peran masjid sangat penting dalam sejarah peradaban Islam. Sebab, bagi umat Islam, fungsi Masjid tidak terbatas sebagai tempat ibadah atau ritual keagamaan lainnya, akan tetapi juga menjadi simbol dan identitas umat Islam yang turut mewarnai dimensi sosial, ekonomi dan bahkan politik.

Selama ini, Masjid Istiqlal, kata Ma'ruf, telah berfungsi baik sebagai Masjid dalam makna tradisionalnya, juga dalam fungsi sosial dan politiknya dalam perjalanan bangsa.

Namun, setelah renovasi pertama Masjid Istiqlal sejak pertama kali didirikan pada 1978, selesai pada 2021. Wapres menilai, kini saatnya masjid yang berdiri megah di jantung ibukota Jakarta itu mengembangkan “perangkat lunak”nya. 

"Bagaimana menjadikan masjid Istiqlal sebagai pusat gagasan dan gerakan pembangunan peradaban dan budaya Islam di Indonesia," kata Ma'ruf.

Ia pun berharap pimpinan, pengurus, dan jajaran Badan Pengelola Masjid Istiqlal tetap sehat, semangat, dan istiqomah menjalankan segala kegiatan dan program-program keagamaan, dakwah, dan pemberdayaan umat serta sosial kemasyarakatan.

"Semoga ke depan seluruh pengurus dan jajaran Badan Pengelola, khususnya Imam Besar, mampu mewujudkan Masjid Istiqlal sebagai masjid negara yang menjadi “kiblat” bagi pengelolaan masjid yang ideal di tanah air," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement