Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Anak Sering Batpil? Periksa Kebutuhan Zat Besinya

Selasa 23 Feb 2021 00:26 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Indira Rezkisari

Sayur bayam merupakan salah satu sumber zat besi alami.

Sayur bayam merupakan salah satu sumber zat besi alami.

Foto: Pxhere
Kekurangan zat besi dapat memicu beragam penyakit pada anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kekurangan zat besi pada anak sering kali disebut sebagai istilah kelaparan tersembunyi. Isu kesehatan ini dapat berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak.

President of Indonesian Nutrition Association (INA), yang juga Spesialis Gizi Klinis, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK, menjelaskan bahwa kekurangan zat besi dapat memicu beragam penyakit. Sebut saja batuk dan pilek (batpil), diare, anemia.

“Anak tidak langsung anemia. Bisa juga membuat diare karena kurangnya kemampuan usus dalam penyerapan makanan. Nutrisi kurang jadi mudah sakit, pertumbuhan terhambat dan metabolisme terganggu jadi sering batuk pilek,” kata Luciana.

Minim asupan zat besi juga berpengaruh terhadap perkembangan otak. Hal itu menyebabkan anak menjadi kurang konsentrasi dan fokus, serta sulit bersosialisasi. Kekurangan zat besi pada anak berpotensi menghambat pertumbuhan kognitif, motorik, sensorik, dan sosial anak.

Jika tidak ditangani secara tepat, dampaknya bisa jadi permanen. Hal ini dapat dicegah dengan memberikan makanan yang kaya zat besi seperti daging merah, hati, ikan, ayam, bayam, dan susu.
“Selain itu memberikan makanan yang mengandung vitamin C juga penting untuk mendukung penyerapan zat besi.” jelas Dr. Luciana.

Indonesia memiliki mimpi untuk menjadi negara maju pada perayaan 100 tahunnya di 2045. Hal ini tentu bergantung pada kualitas anak-anak Indonesia yang saat ini masih balita. Sayangnya, satu dari tiga anak Indonesia berusia di bawah lima tahun tercatat mengalami anemia (Riskesdas 2018), di mana 50-60 persen kejadian anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi (Grantham-McGregor S, 2010).








BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA