Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Trik Psikolog Alihkan Anak dari Gawai

Senin 22 Feb 2021 20:44 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Indira Rezkisari

Siswi kelas 2 SDN 01 Pagi Bukit Duri Keysha belajar daring ditemani ibunya Okta (31) di gerai makanan tempat Ibunya kerja di kawasan Bukit Duri, Jakarta. Ada banyak cara yang orang tua bisa lakukan untuk membuat anak tetap aktif di tengah banyaknya waktu layar dan gawai akibat PJJ.

Siswi kelas 2 SDN 01 Pagi Bukit Duri Keysha belajar daring ditemani ibunya Okta (31) di gerai makanan tempat Ibunya kerja di kawasan Bukit Duri, Jakarta. Ada banyak cara yang orang tua bisa lakukan untuk membuat anak tetap aktif di tengah banyaknya waktu layar dan gawai akibat PJJ.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Orang tua bisa mengajak anak aktif secara fisik hingga main drama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di masa pembelajaran jarak jauh (PJJ), tentu waktu layar dan gawai anak bisa jadi bertambah. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua.

Psikolog Anak & Keluarga, Anna Surti Ariani SPsi MSi Psi, mengatakan sebenarnya ada begitu banyak cara membuat anak agar aktif secara fisik. Salah satunya dengan banyak mengajak berkomunikasi dengan kontak mata.

“Banyak ngobrol, jangan sampai ngobrol tapi kontak ibu dengan layar. Itu sudah jadi stimulasi sekaligus mendekatkan  hubungan bunda dengan si kecil jadi lebih nyaman berkomunikasi lebih baik lagi,” kata Anna dalam peluncuran SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC, belum lama ini.

Cara lainnya, seperti bermain peran atau drama dengan skenario tertentu. Ketika banyak skenario, maka banyak yang dibicarakan tentang apa saja yang bisa menjadi bekal luar biasa.

Contohnya, si kecil berperan sebagai pemilik main. Lalu ia menerima tamu, dari mulai mendengar ketukan pintu, salam. Anak berlatih menyajikan minuman dan sebagainya. Sehingga suatu hari anak mengalami pengalaman serupa, ia tahu apa yang akan dilakukan.

Ketika pandemi usai, anak juga punya bekal untuk kembali bertemu dengan banyak orang.

Untuk stimulasi aktivitas fisik, banyak sekali yang bisa dilakukan, mulai dari kreatif bermain bola, tidak hanya ditendang. Anak juga perlu dilibatkan dalam kegiatan rumah tangga.

Pada prinsipnya, potensi anak perlu terus dikembangkan agar optimal. Penuhi nutrisi dan stimulasi sesuai tahapan kembang anak.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA