Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Pascakemenangan Bersejarah, Ancelotti Ingin Tiket Eropa

Senin 22 Feb 2021 17:36 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Gelandang Everton Seamus Coleman (kedua kiri) bersalaman dengan pelatihnya Carlo Ancelotti.

Gelandang Everton Seamus Coleman (kedua kiri) bersalaman dengan pelatihnya Carlo Ancelotti.

Foto: EPA-EFE/Laurence Griffiths
Everton berhasil membekap Liverpool.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Carlo Ancelotti baru saja membawa Everton meraih kemenangan bersejarah atas Liverpool. Pertama kalinya the Toffees menumbangkan the Reds di Stadion Anfield, sejak 1999.

Jika termasuk duel di kandang mereka, sebelumnya si biru tak pernah mengalahkan si merah sejak 2010. Jadi ada dua rekor tercipta, pada derbi merseyside akhir pekan lalu.

Ini kaitannya dengan keberhasilan pasukan Don Carlo berjaya atas sang rival sekota. Arsitek berkebangsaan Italia tak menampik, timnya baru saja menjalani momen spesial.

Tapi setelahnya, tak perlu ada euforia berlebihan. Masih ada besalan pertandingan di liga domestik musim ini.

"Target kami bukan untuk mengalahkan Liverpool, tapi musim depan kami harus bermain di Eropa. Itu pencapaiannya," kata Ancelotti, dikutip dari Sky Sports, Senin (22/21).

Selanjutnya ia sedikit membahas kerja keras penggawa the Toffees dalam Derby Merseyside ke-236 itu. Menurutnya, Seamus Coleman dan rekan-rekan menunjukkan fokus berkelas sepanjang 90 menit.

Kendati dalam tekanan, Everton terlihat nyaman. Hasil akhir, kemenangan berhasil mereka raih.

Itu membuat kedua kubu sama-sama mengantongi 40 poin. Liverpool ada di posisi ketujuh.

The Toffees setingkat di bawah sang rival. Namun pasukan biru memiliki satu partai tunda yang belum dimainkan.

"Salah jika kami berpikir, kami telah mencapai sesuatu. Itu momen bagus, tapi cuma bernilai tiga poin," ujar Ancelotti.

Sepanjang menjalani karir di dunia sepak bola, Don Carlo sering terlibat dalam pertandingan bergengsi. Baik itu antar tim sekota, maupun ketika melibatkan dua tim jawara.

Ia pernah menjadi pemain AS Roma dan AC Milan. Ia juga sukses ketika melatih Rossoneri.

Otomatis ia terlibat dalam derby Roma, dan derby Milan. Saat melatih Real Madrid, ia ada di El Clasico melawan Barcelona.

Don Carlo juga pernah menangani Bayern Muenchen. Ia mendampingi Muenchen  dalam der Klassiker kontra Borussia Dortmund.

Menurutnya, Derby Della Capitale (Roma vs Lazio) yang paling mirip dengan duel antara Liverpool kontra Everton. Ada persaingan besar di antara suporter, atmosfer dan tekanannya sangat tinggi.

"Fakta bahwa tak ada pendukung  di sini (selama pandemi), sedikit mengubah suasana," tutur Ancelotti.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA