Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Korban Banjir Kedungwaringin Bekasi Mengungsi di Kontainer

Senin 22 Feb 2021 15:13 WIB

Rep: Uji Sukma Medianti/ Red: Yudha Manggala P Putra

Warga Desa Bojongsari Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi mengungsi di truk kontainer selama tiga hari karena banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum, Senin (22/2).

Warga Desa Bojongsari Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi mengungsi di truk kontainer selama tiga hari karena banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum, Senin (22/2).

Foto: Republika/Uji Sukma Medianti
Warga terdampak banjir Kedungwaringin mengaku belum tersentuh bantuan sama sekali.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Jebolnya tanggul Sungai Citarum menyebabkan beberapa wilayah di Kabupaten Bekasi terendam banjir. Salah satunya, di Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.

Kondisi ini semakin miris tatkala warga yang terdampak banjir mengaku belum tersentuh bantuan sama sekali.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id di lokasi, beberapa keluarga di Desa Bojongsari bahkan mengungsi sementara di truk-truk kontainer milik perusahaan logistik.

Salah satu pengungsi, Titin Hayati, mengatakan, desanya kebanjiran sejak Jumat (19/2). Semula, ia dan beberapa warga mendirikan tenda di jalan utama desa. Akan tetapi air sungai semakin naik hingga setinggi atap mobil bak.

"Tadinya kita di sini (sambil menunjuk jalan) terus airnya naik lagi. Setinggi mobil, akhirnya pakai kontainer ini. Habis mau lari ke mana. Di situ air, di sana air," kata Titin saat ditemui di Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Senin (22/2).

Baca juga : Banjir Setinggi 2,5 Meter Masih Merendam Bekasi

Mobil kontainer milik Lookman Logistik itu dioperasikan sebanyak delapan buah. Titin mengatakan dirinya sudah tiga malam mengungsi di dalam kontainer itu. Hingga Senin (22/2) siang, rumahnya masih terendam setinggi dada orang dewasa atau sekitar satu meter.

Selama tiga hari berturut-turut, ia makan hanya dengan mengandalkan kiriman dari saudara. Bantuan pun belum ada yang masuk ke desa. "Saya di sini sudah tiga malam. Dari pertama sudah dibuka. Makanan gak ada suplai, karena akses jalan utama kemarin susah masuk," kata dia.

Sementara itu, para pengungsi juga menggunakan saluran irigasi untuk buang air kecil dan besar. Mereka juga menggunakan air dari saluran irigasi untuk mencuci pakaian dan perabotan rumah.

Adapun, akses utama jalur pantura Bekasi-Karawang tepatnya Jalan Rengas Bandung sudah surut dari banjir. Akan tetapi, belum dapat dilalui secara maksimal.

Di samping itu, ada ruas jalan yang amblas akibat luapan air sungai. Hal ini membuat beberapa truk tak dapat lewat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA