Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Rumah Ibadah Satu Atap untuk Tiga Agama Dibangun di Berlin

Senin 22 Feb 2021 14:43 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Rumah Ibadah Satu Atap untuk Tiga Agama Dibangun di Berlin. Muslim Jerman (ilustrasi)

Rumah Ibadah Satu Atap untuk Tiga Agama Dibangun di Berlin. Muslim Jerman (ilustrasi)

Foto: weaselzippers.us
Pusat ibadah tersebut dijuluki churmosquagogue atau House of One.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Sebuah tempat ibadah baru yang akan menyatukan umat Kristen, Yahudi, dan Muslim akan dibangun di Berlin, Jerman. Ketiga umat beragama tersebut akan memiliki tempat ibadah di bawah satu atap bangunan yang dibangun di situs sebuah gereja yang diruntuhkan oleh penguasa komunitas di Jerman Timur.

Pusat ibadah tersebut dijuluki churmosquagogue. Peletakan batu fondasi dari the House of One di Berlin itu akan dilakukan pada sebuah upacara pada 27 Mei 2021.

Upacara tersebut menandai akhir dari 10 tahun perencanaan dan awal dari pembangunan yang diperkirakan akan memakan waktu empat tahun. Pembangunan pusat ibadah itu melambangkan usaha baru dalam kerja sama dan dialog antaragama.

Baca Juga

Bangunan senilai 47 juta euro itu dirancang oleh arsitek Berlin, Kuehn Malvezzi. Bangunan tersebut akan menggabungkan sebuah gereja, masjid, dan sinagoga yang terhubung ke ruang pertemuan pusat. Sementara itu, orang-orang dari agama dan denominasi lain dan mereka yang tidak beragama akan diundang ke acara dan diskusi di aula besar.

"Idenya sangat sederhana. Kami ingin membangun rumah untuk beribadah dan belajar, di mana ketiga agama ini dapat hidup berdampingan dengan tetap mempertahankan identitasnya masing-masing," kata Roland Stolte, seorang teolog Kristen yang membantu memulai proyek tersebut, dilansir di The Guardian, Senin (22/2).

House of One akan dibangun di situs gereja St Peter di Petriplatz, yang rusak selama perang dunia kedua dan dihancurkan pada 1964 oleh otoritas Republik Demokratik Jerman (GDR). Ketika fondasi gereja ditemukan lebih dari satu dekade yang lalu, muncul pertimbangan untuk mendirikan sebuah tugu peringatan atau gereja baru di situs tersebut.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA