Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Jejak Hamka Muda dan Muhammadiyah di Swiss van Java

Senin 22 Feb 2021 11:22 WIB

Red: Ani Nursalikah

Jejak Hamka Muda dan Muhammadiyah di Swiss van Java. Hamka muda saat berada di kawasan wisata Kawah Kamodjang bersama dua temannya.

Foto:
Hamka muda luput dari catatan, bahwa beliau pernah berkunjung ke kawah Kamojang.

Jejak Hamka Muda

Hamka lahir di Maninjau, 17 Februari 1908, ayahnya H. Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul). Sejak remaja Hamka sudah tertarik dengan Jawa yang jadi pusat pergerakan dan tempat berkumpulnya banyak tokoh ulama dan politisi sejak awal abad ke-20.

Pusat kebangkitan bangsa ini berada di Jawa, magnet yang menarik para pemuda yang mencintai nusa, bangsa dan agamanya. Usia 16 tahun Hamka—masih bernama Malik—menuju Jawa untuk menimba ilmu kepada tokoh penting.

Kota Yogyakarta yang jadi tujuannya. Selain tokoh-tokoh Muhammadiyah pada pertengahan tahun 1924, kebetulan Cokroaminoto sedang tinggal di Yogyakarta.

Selain Yogyakarta, Pekalongan menjadi tujuan Hamka karena ada Buya Sutan Mansur–kakak iparnya–tokoh Muhammadiyah yang tinggal di sana. Mengapa Hamka bisa ke Swiss van Java yang mempertemukan Hamka dengan kota Garut (Swiss van Java) adalah gerakan sosial masyarakat Muhammadiyah. Garut tahun 1922 sudah menjadi bibit kegiatan Muhammadiyah di tanah Pasundan (Keresidenan Priangan).

Sepertinya catatan Muhammadiyah Pusat hanya merekam jejak Hamka dengan kota Garut saat Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-3 tahun 1963, sambil meresmikan Masjid di kampung Muhammadiyah Lio. Dalam majalah Gema Islam (1963) terdapat berita Hamka di Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Garut. Begitu pula dalam buku 70 Tahun Buya Hamka, tercatat kegiatan Hamka di Muktamar Pemuda Muhammadiyah tersebut.

Dokumentasi foto Hamka dengan dua sahabatnya di Kawasan wisata alam Kawah Kamojang, diperkirakan di tahun 1920-an (1925) atau tahun 1940, adalah catatan yang memberikan adanya titik temu kota Garut dengan tokoh Muhammadiyah ini sudah lama sekali, dan luput dari catatan utama kalangan Muhammadiyah.

Beruntung sumber lisan dan catatan keluarga perintis Muhammadiyah Garut, menunjukkan bahwa ada kedekatan Hamka muda dengan mereka. Kalau informasi ini jadi rujukan, diperkirakan sekitar pertengahan tahun 1920-an Hamka—saat itu masih bernama Malik—sudah berkunjung ke kota Garut. Di rumah HM Djamhari—inisiator Muhammadiyah Garut sebagai rintisan awal Muhammadiyah di Jawa Barat inilah konon Hamka sering menginap, dan mungkin terinspirasi juga untuk menulis.

Tahun 1940 ketika diselenggarakan Conferentie Moehammadijah se-Hindia Timur (se-Indonesia), semacam konperensi Pimpinan Muhammadiyah setingkat Tanwir sekarang, bertempat di kota Garut. Tampak pula foto Hamka bersama kalangan Muhammadiyah Garut di depan mobil milik HM Djamhari di depan rumahnya Jl. Pasarbaru (seberang kantor Pegadaian).

 

sumber : Suara Muhammadiyah
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA