Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Konten Cartoon Network Mampu Tarik Audiens Anak-Anak

Senin 22 Feb 2021 09:58 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Nora Azizah

We Bare Bears Cartoon Network.

We Bare Bears Cartoon Network.

Foto: Dok Cartoon Network
HBO mampu menarik audiens anak-anak dengan memesan konten cartoon network.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persaingan layanan streaming Over The Top (OTT) saat ini semakin terasa dan gencar. Salah satu pemainnya, HBO Max mulai memesan acara televisi dan film dari beberapa waralaba terbesar yaitu Cartoon Network dalam upaya bersaing dengan pemain top lainnya yang juga sedang naik daun yaitu Netflix dan Disney Plus.

Langkah pemesanan acara televisi dan film yang diperuntukan bagi anak-anak ini dilakukan oleh HBO MAX sebagai merek keluarga inti di WarnerMedia. Hal ini terjadi di tengah rencana WarnerMedia untuk menjadikan HBO Max layanan streaming yang harus dimiliki untuk keluarga.

Menurut laman The Verge yang dilansir pada Senin (22/2), serial baru dan spesial dipesan untuk HBO Max itu akan berjumlah jam konten. Langkah itu hampir sama dengan langkah Disney Plus yang turut memesan waralaba terbesarnya termasuk Pixar, yang membuatnya mudah dijual untuk keluarga.

Dengan mengandalkan Cartoon Network, yang sudah memiliki hub khusus di beranda HBO Max, dan memproduksi lebih banyak konten, WarnerMedia kemungkinan besar berharap beberapa keluarga akan menghabiskan lebih banyak waktu di HBO Max daripada Disney Plus. Konten anak-anak adalah komoditas populer. Sebuah studi dari Morning Consult pada Agustus 2020 lalu mengetahui alasannya.

Studi itu menemukan, YouTube dan Netflix menempati peringkat dua platform teratas tempat anak-anak berusia lima hingga 12 tahun menghabiskan waktu. Sekitar 65 persen anak-anak memilih YouTube sebagai sumber hiburan utama mereka, sementara 55 persen memilih Netflix.

Pada saat yang sama, jaringan kabel seperti Nickelodeon kehilangan sebagian besar pemirsa mereka. Hal itu terlihat dari penurunan hampir 50 persen dari jumlah pemirsa antara 2015 dan 2020, menurut Forbes.

Sementara kepemirsaan di TV kabel menurun, waktu yang dihabiskan anak-anak di layar sangat meningkat. Mereka hanya mendapatkannya langsung dari platform streaming dan aplikasi seperti YouTube atau TikTok.

Studi lain menemukan, sekitar 55 persen rumah tangga tertarik untuk memiliki dua layanan streaming berbasis langganan. Jika perusahaan mencoba mencari cara untuk menskalakan platform streaming mereka, maka platform streaming harus menjadi sesuatu untuk semua orang ketika semua orang mencari sesuatu.

Terlebih, saat ini banyak orang yang terjebak di rumah saja karena pandemi melanda. Banyak orang mencari hiburan bagi diri mereka sendiri dan anggota keluarga mereka, termasuk mendapatkannya melalui platform streaming dengan acara anak-anak.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA