Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Sukses Gelar Vaksinasi, Israel Longgarkan Pembatasan Sosial

Senin 22 Feb 2021 06:29 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha

Seorang warga Israel menerima vaksin virus corona dari staf medis di pusat vaksinasi COVID-19 di Tel Aviv, Israel, Rabu, 6 Januari 2021. Israel mulai melonggarkan peraturan pembatasan sosial pandemi virus corona usai menggelar program vaksinasi tercepat di dunia.

Seorang warga Israel menerima vaksin virus corona dari staf medis di pusat vaksinasi COVID-19 di Tel Aviv, Israel, Rabu, 6 Januari 2021. Israel mulai melonggarkan peraturan pembatasan sosial pandemi virus corona usai menggelar program vaksinasi tercepat di dunia.

Foto: AP/Sebastian Scheiner
Israel menyatakan vaksin Prizer-Biontech 95 persen efektif cegah penularan Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Israel mulai melonggarkan peraturan pembatasan sosial pandemi virus corona usai menggelar program vaksinasi tercepat di dunia. Toko-toko, perpustakaan, museum dapat dibuka lagi tapi peraturan jaga jarak masih diterblakukan.

Sejumlah fasilitas seperti gym, hotel, dan sinagog sudah diizinkan untuk dibuka kembali. Tetapi akses ke tempat-tempat itu hanya diberikan pada mereka yang memiliki 'paspor hijau' atau bukti telah divaksin.

Paspor yang terdapat di dalam sebuah aplikasi valid untuk selama enam bulan. Periode itu dihitung satu pekan setelah dosis kedua diberikan.

Deutsche Welle melaporkan Sabtu (20/2) kemarin pemerintah Israel mengatakan vaksin virus corona yang dikembangkan Jerman 95,8 persen efektif mencegah masyarakat masuk rumah sakit dan kasus kematian terkait virus corona. Kementerian Kesehatan Israel mengatakan risiko orang yang disuntik vaksin BioNTech-Pfizer terinfeksi virus corona turun 95,8 persen.

Pemerintah Israel juga mengatakan vaksin tersebut 98 persen efektif mencegah demam atau masalah pernapasan. Saat Israel menjadi negara dengan program vaksinasi tercepat di dunia. Negara itu juga agresif dalam mengajak masyarakat terlibat dalam program vaksinasi.

Baca juga : Pendukung Prabowo di Pilpres Cenderung tak Percaya Vaksin

Bar-bar di Tel Aviv menawarkan minuman gratis pada pelanggan yang bersedia divaksin virus corona. Kebijakan ini diterapkan untuk menarik anak muda dalam program vaksinasi. Pemerintah kota memulai inisiatif ini dengan mendirikan pusat vaksinasi di depan Jenia Bar di Alun-alun Dizengoff.

Israel menawarkan vaksin pada siapa pun, gratis dan tidak perlu dijadwalkan terlebih dahulu. Orang yang menerima tawaran vaksin menerima voucher untuk ditukar dengan minum ringan di bar.

Mencampur bar dan alkohol dengan vaksin memang tidak biasa tapi minuman yang ditawarkan tidak mengandung alkohol. Mereka yang menerima tawaran ini mengaku hal itu tidak mengurangi kesenangan mereka akhirnya bisa kembali ke bar setelah berbulan-bulan.

Israel telah menggelar program vaksinasi paling berhasil di seluruh dunia. Kini mereka mencoba mencari cara menarik anak muda untuk menerima vaksin.

"Angka vaksinasi sedikit melambat dan yang menjadi perhatian kami saat ini adalah bagaimana menyakinkan orang muda, yang sehat untuk divaksin, lebih cepat lebih baik," kata koordinator vaksinasi  Tel Aviv's Ichilov Hospital, Dr Daniel Shepshelovich pada Jumat (19/2) Sky News.

Baca juga : United Airlines Hentikan Sementara Penerbangan Boeing 777

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA