Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Apakah Orang Saleh Dijamin Aman dari Godaan Setan?

Senin 22 Feb 2021 05:50 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

Setan akan menggoda siapa pun termasuk orang-orang saleh. Ilustrasi orang saleh

Setan akan menggoda siapa pun termasuk orang-orang saleh. Ilustrasi orang saleh

Foto: Republika
Setan akan menggoda siapa pun termasuk orang-orang saleh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Setan memiliki banyak cara untuk merusak akhlak umat Muslim. Meski seorang Muslim berupaya menjadi saleh dengan menjalankan perintah Allah SWT, misalnya menjauhi riba dan harta yang haram, namun setan tetap punya cara agar orang saleh itu terjerumus dalam perangkapnya.

Caranya adalah dengan menggoda orang-orang saleh untuk memamerkan kebaikan-kebaikan mereka, atau disebut riya. Seorang ulama salaf terdahulu berkata, "Riya adalah salah satu yang paling berbahaya bagi jiwa dan memiliki intrik yang luar biasa sehingga bisa merasuki setiap diri manusia. Perbuatan ini dikutuk ulama dan ahli ibadah.” 

Riya menutup pintu ibadah dan melukai ahli ibadah. Dalam kitab Taysir al-Aziz al-Hamid dikatakan bahwa kemunafikan itu lebih menakutkan bagi orang-orang saleh ketimbang fitnah dajjal. Rasulullah SAW telah menyampaikan sabda terkait perbuatan riya, sebagaimana hadits riwayat Ahmad. Kepada para sahabat, Nabi Muhammad SAW berkata: 

"Haruskah aku sampaikan tentang apa yang saya takuti daripada fitnah dajjal?" Lalu Nabi Muhammad SAW melanjutkan, bahwa apa yang dimaksud dirinya adalah syirik tersembunyi, di mana seorang pemuda berdiri menunaikan sholat ketika dia dilihat oleh orang lain.”

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِي مِنَ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ؟)، قَالَ: قُلْنَا: بَلَى، فَقَالَ: (الشِّرْكُ الْخَفِيُّ، أَنْ يَقُومَ الرَّجُلُ يُصَلِّي، فَيُزَيِّنُ صَلَاتَهُ، لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ

Dalam hadits panjang riwayat Muslim dari jalur Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: 

إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ، رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ، فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا؟ قَالَ: قَاتَلْتُ فِيكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ. قَالَ: كَذَبْتَ. وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ لِأَنْ يُقَالَ: جَرِيءٌ، فَقَدْ قِيلَ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ. وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ، وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ الْقُرْآنَ، فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا؟ قَالَ: تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ، وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيكَ الْقُرْآنَ. قَالَ: كَذَبْتَ، وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ: عَالِمٌ، وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ: هُوَ قَارِئٌ، فَقَدْ قِيلَ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ. وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ، وَأَعْطَاهُ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ، فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا؟ قَالَ: مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيهَا إِلَّا أَنْفَقْتُ فِيهَا لَكَ. قَالَ: كَذَبْتَ، وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ: هُوَ جَوَادٌ، فَقَدْ قِيلَ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ، ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّار 

Orang yang pertama kali... 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA