Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Mahfud Jelaskan 3 Pilar Bangun Indonesia Berdasarkan Islam

Ahad 21 Feb 2021 16:37 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ratna Puspita

Menko Polhukam Mahfud MD

Menko Polhukam Mahfud MD

Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Kesadaran semua manusia sama, adanya titik temu, dan toleran terhadap perbedaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, menyebut ada tiga pilar untuk membangun Indonesia di dalam Islam. Ketiga pilar itu, yakni kesadaran semua manusia sama, adanya titik temu, dan toleran terhadap perbedaan. 

“Tiga pilar membangun Indonesia. Satu, kesadaran manusia ini sama sehingga bersaudara. Lalu dibangun dari kalimatun sawa, persaudaraan ke Indonesiaan, kemudian toleran terhadap perbedaan, jangan merasa paling benar,”  ujar Mahfud dalam keterangan pers, Ahad (21/2). 

Baca Juga

Menurut Mahfud, jika ada Islam Nusantara, maka janganlah hal itu disalahkan. Sebab, nilai-nilai Islam sudah sama dengan yang ada di budaya nusantara. 

Apabila transformasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan lain-lain dikembangkan dengan baik, kata dia, Islam di Indonesia akan tumbuh subur sebagai Islam pendamai. "Indonesia juga akan terjaga sebagai negara yang merdeka dan berdaulat,” kata Mahfud yang tengah menjadi narasumber di Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (NU) pada Jumat (19/2) lalu. 

Dalam kesempatan tersebut, Mahfud juga menyinggung mengenai peran NU yang turut membantu bersama-sama menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan ideologi Pancasila. Dia mengarakan, jika ada yang mengganggu NKRI dan ideologi Pancasila, maka NU akan tampil dengan memberikan dalil-dalilnya, yakni Indonesia sebagai sudah kompatibel dengan syariat Islam. 

“TNI, Polri, Pemerintah akan mendapat keuntungan kalau sering sekali ada madrasah kader NU karena akan menambah rasa nasionalisme dan keIslaman,” kata dia. 

Menurut dia, ada sebuah pesan yang berkaitan dengan Madrasah Kader NU, yakni pelajari dan hayatilah khittah NU apa yang disebut Islam Nusantara, Islam berdasarkan budaya. Islam yang ingin bersatu di dalam perbedaan. 

"Padahal bersaudara dan bersatu dalam ikatan kebangsaan, membentuk ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah insaniyah,” kata dia. 

Hadir dalam acara tersebut Ketua Pengurus Wilayah NU DKI Jakarta K.H. Samsul Ma’arif, Pengurus Cabang NU Jakarta Barat Rois Syuriah, Walikota Jakarta Barat Uus Kuswanto, Kapolres Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo, serta para peserta MKNU. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA