Ahad 21 Feb 2021 15:34 WIB

BMH-KAB Gelar Baksos Kesehatan untuk Korban Banjir Semarang

Masyarakat dihimbau mampu menjaga imun agar tetap kuat.

 BMH dan Komunitas Ati Becik (KAB) menggelar baksos kesehatan untuk korban banjir di Semarang, Jawa Tengah.
Foto: Dok BMH
BMH dan Komunitas Ati Becik (KAB) menggelar baksos kesehatan untuk korban banjir di Semarang, Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Banjir yang menerjang sebagian kota Semarang hingga kini masih ada dampak yang ditimbulkan, khususnya gangguan kesehatan di masyarakat.

"Alhamdulillah, usai bergerak membantu warga mulai dari evakuasi dan bantuan logistik, kali ini  yang didukung oleh SAR Hidayatullah, Pos Dai Jateng dan Pemuda Hidayatullah menggelar kegiatan bakti sosial kesehatan di Kelurahan Trimulyo, Tepatnya di RT  02/05 Kecamatan  Genuk Kota Semarang," terang Kepala BMH Perwakilan Jawa Tengah, Moh  Misdawi Syarif, Sabtu (20/2).

Secara umum hasil diagnosis kesehatan masyarakat yang sempat melakukan pemeriksaan umumnya mengalami keluhan badan pegal-pegal, pilek dan gatal-gatal.

"Masyarakat harus senantiasa menjaga kesehatan, apalagi pasca banjir yang juga kita dalam suasana pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya reda. Masyarakat benar-benar harus mampu menjaga imun agar tetap kuat," himbau dokter muda, Rania Tasya Ifadha di lokasi baksos kesehatan, dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Baksos kesehatan kali ini dihadiri oleh ketua RW 04  Agus Zainal dan anggota DPRD Komisi D Kota Semarang, M Sifin Almufti.

photo
Selain BMH dan KAB, baksos kesehatan di Semarang itu didukung SAR Hidayatullah, Pos Dai Jateng dan Pemuda Hidayatullah.  (Foto: Dok BMH)

Sifin sangat mengapresiasi kegiatan bakti sosial kesehatan untuk masyarakat pasca banjir.

"Kami dari DPRD Kota Semarang sangat berterima  kasih atas kiprah BMH, KAB, SAR Hidayatullah, Pos Dai Jateng dan Pemuda Hidayatullah yang terus berkiprah sejak banjir hingga pasca banjir ini," ujarnya.

Antusiasme  masyarakat dalam kegiatan baksos kesehatan ini juga sangat baik. Mereka rata-rata mendukung kegiatan ini dapat dilangsungkan kembali.  Karena dengan adanya  kegiatan semacam ini mereka mendapatkan akses berobat yang mudah mereka jangkau dari rumah mereka.

"Saya sangat senang ada kegiatan pengobatan dekat rumah begini. Sebab, cukup melangkah saja, saya sudah dapat pelayanan kesehatan gratis," ucap Ibu Khomsatun sesaat setelah pemeriksaan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement