Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Didemo Warga, Para Peternak Babi di Karanganyar Minta Waktu

Ahad 21 Feb 2021 07:17 WIB

Rep: Joglosemar/ Red: Joglosemar

Didemo warga, peternak babi di Karanganyar minta waktu tujuh bulan.

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -- Para peternak babi yang berada di Dusun Kauman RT 2 RW/ 10 Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar meminta waktu selama 7 bulan untuk melakukan sterilisasi terhadap kandang babi milik mereka. Hal tersebut berdasarkan hasil kesepakatan yang dilakukan oleh 4 peternak babi dengan warga yang berlangsung di balai Desa Nangsri, Kecamatan Kebakramat, Jumat (19/2/2021).

Kepala Desa Nangsri, Wiyana menyampaikan, mediasi yang dilakukan antara warga dengan empat peternak tersebut untuk menindaklanjuti keluhan dan protes warga kemarin. Protes dilontarkan karena peternakan babi yang dekat dengan pemukiman sehingga mengganggu lingkungan dan menimbulkan bau tidak sedap. “Dari hasil mediasi tersebut, para peternak berjani akan melakukan sterilisasi. Para peternak minta waktu tujuh bulan,” paparnya dihubungi wartawan, Jumat (19/2/2021).

Wiyana menguraikan alasan peternak untuk meminta waktu dengan pertimbangan saat ini ternak babi yang mereka miliki masih kecil. Sehingga harus menunggu hingga layak untuk dijual. Menurutnya pemilik ternak meminta tenggat waktu dengan pertimbangan supaya usia babi sudah layak jual.

Selama kurun waktu tersebut, para peternak juga berjanji akan melakukan sterilisasi sehingga bau yang keluar dari kandang diupayakan tidak menyegat dan mengganggu warga. “Salah satu peternak yang berasal dari Solo meminta waktu 5 bulan. Sedangkan 3 pemilik lain minta waktu setelah panen. Jika melanggar kesepakatan silahkan dibongkar sendiri bersama pemilik ternak,” tegasnya.

Terpisah, Kabid Peternakan Dispertan PP Karanganyar, Heri Sulistyo mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan mantri ternak di lapangan untuk melakukan pengawasan. Terutama untuk pakan ternak yang tidak menimbulkan bau. "Kalau pakan ternak difermentasi dengan mikroba, tidakakan menimbulkan bau. Kita akan berikan pelatihan kepada para mantri ternak ini,” ulasnya.

Sebagaimana diberitskan, warga Kauman mendatangi kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perikanan Kamis (18/02/2021). Mereka memprotes keberadaan kandang babi yang berada di wilayah mereka karena sangat mengganggu. Wardoyo

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan joglosemarnews.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab joglosemarnews.com.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA