Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

1 Juta Vaksinasi Per Hari, Jokowi: Bisa Saja Dicapai 

Ahad 21 Feb 2021 06:06 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nashih Nashrullah

Jokowi menyampaikan rasionalisasi target vaksinasi 1 juta orang per hari. Ilustrasi Vaksin (ilustrasi)

Jokowi menyampaikan rasionalisasi target vaksinasi 1 juta orang per hari. Ilustrasi Vaksin (ilustrasi)

Foto: AP Photo/LM Otero
Jokowi menyampaikan rasionalisasi target vaksinasi 1 juta orang per hari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku target pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terhadap lebih 1 juta orang per hari cukup menantang. 

Dia mengungkapkan, hitungan matematis memang menunjukkan angka tersebut bisa saja dicapai, namun butuh improvisasi dan strategi yang lebih matang untuk merealisasikannya. 

Dia merinci, pemerintah sebenarnya memiliki 30 ribu personel vaksinator dari Kementerian Kesehatan. Jika ditambah personel vaksinator dari TNI-Polri sebanyak 9.000 orang, total tenaga vaksinator di seluruh Indonesia mencapai 39 ribu orang.  

Baca Juga

"Katakanlah 40 ribu (vaksinator). Kalau satu vaksinator sehari bisa (menyuntik) 30 (orang), berarti sehari sudah bisa 1,2 juta (divaksin). Hitungan kita, hitungan gampangnya seperti itu. Tetapi praktik di lapangannya yang membutuhkan improvisasi yang baik sehingga angka yang kita harapkan tercapai," kata Presiden Jokowi dalam dialog bersama sejumlah pimpinan media massa di Istana Merdeka, Rabu (17/2).   

Merespons tantangan ini, Jokowi melanjutkan, pemerintah akan menjamakkan pelaksanaan vaksinasi jemput bola. Maksudnya, vaksinasi Covid-19 akan lebih banyak dilakukan di lokasi-lokasi yang 'dekat' dengan masyarakat. Misalnya seperti vaksinasi terhadap pedagang pasar Tanah Abang yang dilakukan Rabu (17/2) lalu.  

"Waktu di Tanah Abang semuanya berbondong-bondong. Karena begitu yang satu berani, yang lain ngikutin. Karena kita melakukannya di tempat. Di lokasi. Itu pengaruh sekali suntikan di lokasi, itu penting," kata Jokowi.  

Pelaksanaan vaksinasi, kata Presiden, tidak lagi bergantung pada rumah sakit atau puskesmas saja. Demi menggaet masyarakat luas, pemerintah akan menggalakkan vaksinasi massal di lokasi-lokasi yang lebih mudah dan 'ramah' untuk dijangkau masyarakat.  

Sebagai informasi, per Sabtu (20/2) sudah 1,22 juta orang yang mendapat suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama. Angka ini didapat dalam kurun waktu lebih dari satu bulan sejak program vaksinasi pertama kali bergulir pada 13 Januari 2021 lalu. Pemerintah masih punya pekerjaan rumah untuk mencapai target vaksinasi terhadap SDM kesehatan sebanyak 1,46 juta orang sebelum akhir Februari.   

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA