Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

PLN: Sebanyak 37 Persen Listrik Terdampak Banjir Nyala

Sabtu 20 Feb 2021 20:11 WIB

Rep: Intan Pratiwi / Red: Nashih Nashrullah

SPBU di jalan Kemang Raya tak bisa melayani pelanggan karena mati listrik pada Sabtu (20/2).

SPBU di jalan Kemang Raya tak bisa melayani pelanggan karena mati listrik pada Sabtu (20/2).

Foto: Republika/Rizky surya
PLN memastikan aktivasi listrik yang padam disesuaikan kondisi lapangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –  DKI Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan deras sejak Jumat (19/2) malam. Imbasnya sebagian besar wilayah ibukota terendam banjir sejak pagi tadi, Sabtu (20/2). 

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pun melaporkan hingga pukul 16:00 WIB tadi, sebanyak 1.376 gardu listrik di Jakarta dan Jawa Barat terdampak banjir. Dari jumlah tersebut baru 35 persen yang sudah menyala sementara sisanya masih padam.

Baca Juga

“Total gardu terdampk 1.367 gardu, total gardu menyala 505 gardu, total pelanggan menyala 135.434 pelanggan,” ujar Direktur Regional Jawa Madura dan Bali PLN Haryanto WS dalam konferensi pers virtual, Sabtu (20/2).

Haryanto merinci jumlah tersebut terdiri dari 397 gardu terdampak di UID Jakarta dan 979 gardu terdampak di UID Jawa Barat. Di Jakarta sendiri, sebanyak 263 gardu masih padam karena daerah sekitarnya masih banjir. 

Meski demikian Haryanto memastikan bahwa gardu dalam kondisi aman karena posisinya sudah sempat ditinggikan. Sementara itu 134 gardu di Jakarta sudah menyala.  

Kemudian 979 gardu di Jawa Barat juga terdampak. Dari jumlah tersebut 608 gardu masih padam dan 371 lainnya sudah menyala. Menurutnya dibandingkan banjir pada tahun baru 2020 lalu, banjir tahun ini tidak lebih buruk. Meski demikoan Haryanto menegaskan pihaknya tetap akan mengutamakan keselamatan pelanggan.

“Dari pantauan kami kondisinya tidak lebih buruk dari tahun lalu. Namun demikian PLN terus belerja keras menyiapkan personil semaksimal mungkin,” ujarnya. 

Menghadapi banjir kali ini, PLN mengerahkan 6.000 personel, 106 posko siaga, 719 kendaraan operasional dan 47 perahu karet. Lalu ada juga 113 genset, 61 UPS, 122 unit gardu bergerak, 15 unit trafo bergerak, dan 7 unit kabel bergerak. “Kami siaga dan kami jaga pasokan listrik tapi pertama yang penting adalah keselamatan,”  kata dia.  

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA