Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Muhadjir Paparkan Kebijakan Vaksinasi Covid-19 di UMS

Sabtu 20 Feb 2021 18:24 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Agus Yulianto

Menko PMK Muhadjir Effendy.

Menko PMK Muhadjir Effendy.

Foto: Dok. Kemenko PMK
Banyak terdapat pro dan kontra di setiap kebijakan pemerintah cegah Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memaparkan kebijakan pemerintah pusat terkait vaksinasi Covid-19, saat menjadi pembicara dalam webinar yang digelar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (19/2). Webinar tersebut bertajuk "Kebijakan Pemerintahan Dalam Pencegahan, Penanggulangan, dan Penanganan Pandemi Covid-19 Melalui Vaksinasi Nasional".

Muhadjir menyatakan, pandemi Covid-19 yang belum juga mereda telah membuat seluruh dunia kelabakan, tak terkecuali Indonesia. Covid-19 telah membuat warga dunia kebingungan bagaimana mengatasi virus ini dan dampaknya. 

"Sudah satu tahun lebih kita betul-betul dikerjai oleh Covid-19. Bukan hanya Indonesia, tapi seluruh dunia. Karena memang tidak ada satupun yang tahu persis bagaimana cara menaklukkannya dengan tepat. Semua masih coba-coba dan tingkat keberhasilannya juga bervariasi," kata Muhadjir seperti tertulis dalam siaran pers, Sabtu (20/2).

Dia mengungkapkan, sampai sekarang semua negara masih terus melakukan berbagai upaya meredam Covid-19. Namun, belum ada yang menunjukkan hasil maksimal.

Salah satunya dengan vaksinasi yang dinilai efektif mencegah Covid-19 meski juga belum teruji. "Tapi kita harus terus berihtiar, vaksinasi menjadi salah satu prioritas ihtiar kita. Semoga bisa meredam Covid-19," ungkapnya.

Muhadjir menyebut, semua negara masih coba-coba strategi meredam corona termasuk Indonesia. "Semuanya coba-coba. Dan coba-cobanya tidak semua benar. Yang semula diyakini benar, ternyata salah. Suatu saat ada yang menyatakan lockdownnya berhasil, tapi setelah lockdown dicabut malah Covid-19-nya makin tinggi," papar Muhadjir.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA