Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Menteri BUMN Ajak Singapura Pererat Ekonomi 

Sabtu 20 Feb 2021 18:15 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Agus Yulianto

Menteri BUMN, Erick Thohir

Menteri BUMN, Erick Thohir

Foto: Kementerian BUMN
Sambil kendalikan covid, pemerintah terus berupaya untuk menggerakkan perekonomian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengajak Singapura untuk semakin mempererat kerja sama ekonomi. Erick menyebut, pandemi covid-19 harus tetap menjadi perhatian tanpa harus juga melupakan potensi kerja sama yang ada di depan.

Sebanyak 13 pertemuan dilakukan Menteri BUMN sepanjang Jumat (19/2). Selain bertemu tiga pejabat Singapura, Menteri Luar Negeri Vivian Balakhrisnan, Menteri Perdagangan dan Perindustrian Chan Chun Sing, dan Chairman Economic Development Board Beh Swan Gin, Erick Thohir yang didampingi Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Bank BNI Silvano Rumantir bertemu kalangan pengusaha Singapura seperti CEO Bandara Changi, CEO Singapore Airlines, CEO Singtel, dan CEO Central Provident Fund Board.        

Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional menjelaskan, penanganan covid-19 terus menjadi fokus pemerintah. 

"Kami sudah melakukan vaksinasi kepada seluruh petugas medis sebanyak 1,5 juta orang. Pada Maret ini diharapkan lebih banyak lagi masyarakat Indonesia bisa menjalani vaksinasi," kata Erick.

Erick menambahkan, pengembangan vaksin Merah-Putih yang merupakan karya putra-Putri Indonesia juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Erick menyampaikan, Eijkmann Institute sudah mendapatkan seeds dari virus covid-19 dan kemudian akan diujicobakan. 

"Semoga awal tahun depan sudah bisa diproduksi massal dan ini penting untuk mengantisipasi vaksinasi covid-19 yang harus dilakukan secara reguler," ungkap Erick.       

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA