Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Atlet Rusia akan Pakai Akronim ROC di Olimpiade Tokyo

Sabtu 20 Feb 2021 15:35 WIB

Red: Ratna Puspita

Papan iklan Olimpiade Tokyo.

Papan iklan Olimpiade Tokyo.

Foto: EPA-EFE/FRANCK ROBICHON
Pengunaan akronim ROC sebagai bagian sanksi terkait beberapa skandal doping.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Atlet Rusia akan bertanding di bawah akronim ROC pada Olimpiade Tokyo tahun ini. Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengumumkan pada Jumat (19/2), ini sebagai bagian dari sanksi terkait beberapa skandal doping.

IOC mengumumkan nama lengkap Komite Olimpiade Rusia tidak dapat digunakan dan bendera tim akan memuat logo komite tersebut. Jika kata Rusia tidak dapat dihapus dari seragam tim, istilah 'Atlet Netral' harus ditambahkan.

"Semua tampilan publik dari nama peserta organisasi harus menggunakan akronim 'ROC', bukan nama lengkap Komite Olimpiade Rusia," kata IOC dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga

Logo Komite Olimpiade Rusia terdiri dari tiga api dalam warna bendera nasional Rusia dengan cincin Olimpiade di bawahnya. Atlet Rusia dilarang berkompetisi di bawah bendera dan lagu kebangsaan mereka pada Olimpiade Tokyo, Olimpiade musim dingin Beijing 2022, dan kejuaraan dunia di semua cabang olahraga pada 2021 dan 2022.

Ini sebagai bagian dari sanksi yang dikeluarkan oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA). WADA awalnya melarang Rusia dari acara olahraga top dunia selama empat tahun pada Desember 2019.

Namun, durasi sanksi dipotong setengah menjadi dua tahun oleh Pengadilan Swiss tahun lalu. "Komite Olimpiade Rusia akan mengajukan komposisi musik yang diusulkan untuk dimainkan pada semua upacara," kata IOC seperti dikutip Reuters. "Musik musik ini harus mendapat persetujuan Dewan Eksekutif IOC."

Kasus doping Rusia telah membesar sejak laporan tim yang ditugaskan WADA tahun 2015 menemukan bukti doping massal di antara atlet atletik negara itu. Banyak atlet Rusia yang absen dari dua Olimpiade terakhir dan negara itu dicabut benderanya pada Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018 sebagai hukuman atas doping yang disponsori negara pada Olimpiade Sochi 2014 di Rusia selatan.

Rusia, yang di masa lalu mengakui beberapa kekurangan dalam penerapan kebijakan anti-doping, menyangkal menjalankan program doping yang disponsori negara.Olimpiade Tokyo, ditunda dari tahun lalu karena pandemi Covid-19, dijadwalkan berlangsung dari 23 Juli hingga 8 Agustus.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA