Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Tiga Pendapat para Ulama tentang Hadits Dhaif

Sabtu 20 Feb 2021 05:05 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah

Tiga Pendapat para Ulama tentang Hadits Dhaif. Ilustrasi Ahli Hadits

Tiga Pendapat para Ulama tentang Hadits Dhaif. Ilustrasi Ahli Hadits

Foto: MGROL100
Hadits dhaif adalah hadits yang lemah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendiri Rumah Fiqih Indonesia Ustadz Ahmad Sarwat menjelaskan soal hadits dhaif (lemah) dan sikap seorang Muslim terhadap hadits tersebut. Apakah bisa menjadi rujukan? Ataukah betul-betul mutlak tidak bisa dijadikan dasar untuk suatu amalan?

Ustadz Ahmad memaparkan, para ulama berbeda pendapat soal keberadaan hadits dhaif. Setidaknya ada tiga kecenderungan yang berbeda dalam menanggapi hal itu.

Pertama, yaitu para ulama yang mutlak menolak seluruh hadits dhaif. Bagi mereka hadits dhaif sama sekali tidak akan dipakai untuk apa pun juga, baik itu masalah keutamaan, kisah-kisah, nasehat maupun peringatan. Apalagi kalau sampai masalah hukum dan akidah.

Baca Juga

"Tidak ada tempat buat hadits dhaif di hati mereka. Di antara mereka terdapat nama Al-Imam Al-Bukhari, Al-Imam Muslim, Abu Bakar Al-Arabi, Yahya bin Mu'in, Ibnu Hazm dan lainnya," jelasnya seperti dikutip dari laman Rumah Fiqih Indonesia, Jumat (19/2).

Kedua, ada para ulama yang dalam pendapatnya masih menerima sebagian dari hadits yang terbilang dhaif dengan syarat-syarat tertentu. Mereka adalah kebanyakan ulama, para imam mazhab yang empat serta para ulama salaf dan khalaf.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA