Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Pemkot Tambah 2 Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 OTG

Jumat 19 Feb 2021 19:50 WIB

Rep: fauzi ridwan/ Red: Hiru Muhammad

Ketua Forum Bandung Sehat (FBS) Siti Muntamah (kiri) menyapa pasien Covid-19 di Rumah Singgah Isolasi Mandiri Medco Foundation, Jalan Dr Djunjunan, Kota Bandung, Rabu (27/1). Hingga saat ini Rumah Singgah Isolasi Mandiri Medco Foundation telah terisi 74 pasien dari kapasitas maksimum 87 pasien Covid-19 berstatus OTG (orang tanpa gejala) dan gejala ringan. Foto: Abdan Syakura/Republika

Ketua Forum Bandung Sehat (FBS) Siti Muntamah (kiri) menyapa pasien Covid-19 di Rumah Singgah Isolasi Mandiri Medco Foundation, Jalan Dr Djunjunan, Kota Bandung, Rabu (27/1). Hingga saat ini Rumah Singgah Isolasi Mandiri Medco Foundation telah terisi 74 pasien dari kapasitas maksimum 87 pasien Covid-19 berstatus OTG (orang tanpa gejala) dan gejala ringan. Foto: Abdan Syakura/Republika

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Penambahan dua hotel bagi pasien OTG guna mengantisipasi lonjakan pasien

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah menambah 2 hotel milik swasta yang akan dimanfaatkan untuk ruang isolasi mandiri pasien Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG). Kedua hotel yang saat ini masih belum diisi akan dimanfaatkan mengingat  2 hotel yaitu N dan S sudah penuh pasien.

"Isolasi tidak bergejala itu masih penuh 100 persen. Sekarang kita menambah 2 hotel," ujar Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna di Balai Kota Bandung, Jumat (19/2).

Ia melanjutkan, penambahan 2 hotel yang akan digunakan untuk ruang isolasi pasien Covid-19 berstatus OTG dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pasien. Total kamar di kedua hotel mencapai 170 ruangan tempat tidur. "Satu hotel 130 kamar dan satu hotel 140 kamar. Dua hotel sudah disetujui, proses pembayaran sedang didorong, (hotel) belum diisi," katanya.

Ema menuturkan, pihaknya pun sedang menjajaki kemungkinan pemanfaatan sekolah perawat di wilayah Kiaracondong yang jauh dari pemukiman. Langkah tersebut diupayakan untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan pasien berstatus OTG.

Ia menambahkan, keterisian ruang isolasi pasien Covid-19 di 27 rumah sakit rujukan berada dibawah 60 persen. Angka tersebut sudah memenuhi standar WHO yang menyebutkan tingkat keterisian tempat tidur harus berada dibawah 60 persen."Keterisian 849 tempat tidur atau 58.75 persen dari total 1.445 tempat tidur," ungkapnya.

Ema menambahkan, ketersediaan liang lahat sebanyak 4.078 di tempat pemakaman umum Cikadut dari total 5.000 yang tersedia. Ia berharap agar tidak ada lagi pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Kota Bandung.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA