Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Ternyata Orang Terkaya Indonesia: Isa Rachmatarwata

Jumat 19 Feb 2021 09:06 WIB

Red: Elba Damhuri

Denny JA

Denny JA

Foto: denny ja
kekayaan Isa ini melampaui pemilik Djarum dan Apple sekalipun

Oleh : Denny JA, Akademisi/Konsultan Politik/Kolumnis

REPUBLIKA.CO.ID -- Menurut Sri Mulyani, orang terkaya di Indonesia sebenarnya adalah Isa Rachmatarwata. Kekayaannya di atas RP 10.000 triliun. Tepatnya Rp 10.467.53 triliun. (1)

Jelaslah kekayaannya melampaui Hartono bersaudara. Selama ini Forbes Magazine melaporkan orang  terkaya di Indonesia adalah Hartono Bersaudara.

Kekayaan Hartono Bersaudara Rp 524,4 triliun. Ia pemilik grup Djarum. Kekayaan Isa Rachmatarwata itu sekitar 19 kali lipat dibandingkan Hartono Bersaudara.

Baca Juga

Total kekayaan Isa Rachmatarwarta itu sekitar 3 kali lipat nilai valuation perusahaan terbesar dunia: Apple (241,2 miliar dolar AS) dengan kurs RP 14 ribu, valuation Apple itu sama dengan rp 3.500 TrilIun.

Gabungan enam perusahaan terbesar dunia baru bisa mengalahkan kekayaaan Isa Rachmatarwata. Yaitu gabungan Apple, Google, Microsoft, Amazon, Facebook, dan Coca Cola. (3)

Baca juga : Turun Lagi, Harga Emas Antam Rp 923 Ribu per Gram

Tapi, memang kekayaan Isa Rachmatarwata bukan miliknya pribadi. Bukan juga milik keluarganya. Itu harta milik negara dan seluruh rakyat Indonesia.

Isa menjabat sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Menteri Keuangan. Tugasnya memang mengelola aset negara.

Berita serius tapi bercanda ini dilansir Sri Mulyani dalam rangka menunjukkan data. Aset yang kita punya jauh melampaui utang.

utang Indonesia tercatat Rp 6. 376 triliun (2).

-000-

Yang  lebih penting memang kekayaan warga negara Indonesia. Seberapa sejahtera warga Indonesia dibandingkan warga lain di dunia.

Para ekonomi membuat ukuran kekayaan warga negara dengan formula GNP Per Kapita berdasarkan Purchasing Parity Power.

Indonesia berada di rangking ke-95, dengan GDP Perkapita (PPP): 12.345 dolar AS. (4)

Beberapa negata ASEAN lain  per kapita (PPP) lebih sejahtera dibandingkan Indonesia.

Thailand misalnya, ia ranking 70 (18,070 dolar AS). Malaysia di ranking ke-51 (27.287 dolar). Singapura ada di puncak di ranking 2 (95.603 dolar AS).

Baca juga : Sejumlah Efek Samping Setelah Vaksin Covid-19

Namun ini  kesejahteraan rata rata. Bisa jadi dalam satu negara itu sebenarnya sekelompok orang sangat kaya raya. Mayoritas sangat miskin. Jika dibuat rata rata memang terkesan tinggi.

Bisa jadi ia terkesan sejahtera tapi juga sangat timpang. Hanya segelintir yang teramat kayat. Yang lainnya miskin saja.

Ekonom juga membuat  formula untuk mengukur kesenjangan ekonomi itu. Disebut GINI Index. World Bank juga mengeluarkan list aneka negara di dunia untuk Gini Index itu.

Skor Gini Index 0-100. Semakin mendekati angka 100, ia semakin tak merata. Semakin mendekati angka 0, Ia semakin merata.

Dari 159 negara, negara yang paling jomplang, paling tidak merata (ranking 1) adalah Afrika Selatan (skor: 63).

Yang paling merata adalah negara Ukrania, rangking 153 (skor 25).

Indonesia berada di ranking 71 (dengan skor 38.10). Dari sisi kemerataan, Indonesia lebih baik dibandingkan Malaysia (rangking 55, skor 41). Tapi Thailand lebih baik (ranking 87, skor: 36,80).

-000-

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA