Jumat 19 Feb 2021 07:16 WIB

Menteri PMK Resmikan Shelter Covid RS PKU Muhammadiyah

Menteri PMK resmikan shelter Covid-19 di RS PKU Muhammdiyah Bantul

Rep: Muhyiddin/ Red: Esthi Maharani
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhajir Effendy (kiri) didampingi Lurah Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi (kedua kanan) meninjau penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (18/2/2021). Menko PMK Muhajir Effendy melihat penerapan PPKM Mikro Desa Panggungharjo yang menyediakan posko edukasi dan pengendalian penularan COVID-19 serta lokasi isolasi.
Foto: Hendra Nurdiyansyah/ANTARA
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhajir Effendy (kiri) didampingi Lurah Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi (kedua kanan) meninjau penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (18/2/2021). Menko PMK Muhajir Effendy melihat penerapan PPKM Mikro Desa Panggungharjo yang menyediakan posko edukasi dan pengendalian penularan COVID-19 serta lokasi isolasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meninjau dan meresmikan shelter Gose, shelter khusus bagi penderita Covid-19 dengan status OTG milik Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul pada Kamis (18/2). Shelter yang semula adalah lapangan futsal Gose ini berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo Bantul.

Shelter Gose dibangun atas inisiatif bersama antara RS PKU Muhammadiyah Bantul, Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Bantul, dan Tim Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC). Shelter ini mempunyai kapasitas 32 tempat tidur dilengkapi dengan kamar isolasi, area publik, alat olah raga dan mini hospital.

Muhadjir memuji kelengkapan fasilitas shelter tersebut. “Ini merupakan salah satu contoh shelter isolasi kolektif yang bagus. Yang penting adalah gotong royongnya. Ini adalah hal yang baik,” ujar Muhadjir dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Jum'at (19/2).

Muhadjir menjelaskan, shelter Gose ini sudah sangat konkret dan representatif sebagai tempat menampung sementara pasien Covid-19.

“Sudah lengkap penatalaksanaannya. Mulai dari cara penerimaan pasien, cara perawatan, kemudian kegiatan tambahan pendukung. Termasuk tata cara pembuangan limbah akhir semua sudah memenuhi standar operasional yang ditetapkan Kementerian Kesehatan," ucapnya.

Di shelter Gose ini juga dilaksanakan program pembinaan rohani yang diberi nama “Pesantren Covid-19” sebagai bagian dari program pembinaan yang dilaksanakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Yogyakarta.

Muhadjir juga memuji kegiatan pesantren untuk pasien Covid-19. Menurut dia, dengan adanya program pengajian dan dakwah saat isolasi bisa membawa ketenangan bagi pasien. Ketenangan, menurut Muhadjir, bisa mempercepat penyembuhan pasien Covid-19.

"Dan ini penting, karena sebetulnya faktor ketenangan, faktor kestabilan mental, jauh dari stress, itu menjadi cukup andil besar dalam menentukan kesembuhan. Karena itu kalau dia masuk pesantren, mentalnya disiapkan dengan baik menghadapi Covid-19 dan belajar keagamaan. Itu bisa menaikkan imunitasnya, dan menaikan kadar ketaqwaanya," kata Muhadjir.

Sementara itu, Ketua Shelter Gose RS PKU Muhammadiyah Bantul, Budi Santosa menyampaikan, shelter Gose dibangun dengan tujuan untuk karantina penyebaran virus corona dengan menampung warga OTG dalam satu shelter khusus.

”Selain itu juga untuk mengurangi paparan penyebaran virus pada keluarga,” jelasnya.  

Budi Santosa menambahkan dalam operasionalnya sehari-hari, Shelter Gose akan diawaki oleh tenaga medis RS PKU Muhammadiyah Bantul yang standby 24 jam. “Masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan tanpa gejala dapat memanfaatkan layanan Shelter Gose untuk isolasi diri,” ungkapnya.

Terkait prosedur pemanfaatan Shelter Gose, Budi Santosa menyampaikan warga bisa menghubungi nomor kontak narahubung di 089643214455. “Selain itu warga harus berstatus terkonfirmasi positif Covid-19 ditunjukan dengan hasil Swab PCR dan tanpa gejala/non critical serta sanggup mentaati protokol dan prosedur shelter,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement