Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Pencegahan Stunting Butuh Peran Banyak Pihak

Kamis 18 Feb 2021 21:48 WIB

Red: Agung Sasongko

Refleksi pengendara motor melintas di dekat mural stunting di Jakarta, Rabu (16/12/2020). Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyatakan berdasarkan data saat ini angka stunting di Indonesia masih sebesar 27,9 persen, sementara target angka stunting yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sebesar 14 persen pada 2024.

Refleksi pengendara motor melintas di dekat mural stunting di Jakarta, Rabu (16/12/2020). Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyatakan berdasarkan data saat ini angka stunting di Indonesia masih sebesar 27,9 persen, sementara target angka stunting yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sebesar 14 persen pada 2024.

Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan
Harapannya, peran tersebut akan saling mendukung dan melengkapi upaya penanganannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penanganan stunting membutuhkan peran banyak pihak. Harapannya, melalui peran tersebut, akan saling mendukung dan melengkapi upaya penanganannya.

Misalnya, pencegahan stunting sudah jamak akan lebih baik dengan banyak pelibatan organisasi masyarakat. Hal tersebut diungkap Dokter dari Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU), dr Hj Citra Fitri Agustina.

Baca Juga

“Sehingga edukasi pencegahan stunting akan mudah disebarkan, karena santri misalnya lebih mendengarkan kata gurunya, kata kiainya. Edukasi pencegahan stunting ini lebih tepat dan sampai ke sasaran,"katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/2).

Ia pun mengapresiasi kerja sama BKKBN dengan Fatayat NU dalam pencegahan stunting. Selain itu, kerja sama dengan ormas, lembaga NU atau paguyuban juga harus diterapkan.

Selain itu, peran suami dan istri dalam pencegahan stunting juga diperlukan.

“Pencegahan stunting jangan hanya menyalahkan perempuan. Selama ini yang terus diintervensi adalah ibu. Misalnya, ibu diminta makan telur selama hamil,” kata dokter Civi, sapaan akrabnya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA