Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Mengenal Krometofobia, Ketakutan untuk Menghabiskan Uang

Kamis 18 Feb 2021 21:27 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Qommarria Rostanti

Krometofobia (ilustrasi).

Krometofobia (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Fobia ini ditandai dengan gejala obsesi menghitung uang dan memeriksa rekening bank.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketakutan menghabiskan uang dikenal sebagai chrometophobia (krometofobia) menurut MedicineNet. Meskipun ini adalah fobia langka yang hanya memengaruhi sejumlah kecil orang, ini bisa menjadi sangat luar biasa.

Penderita krometofobia mengalami banyak kecemasan ketika harus mengeluarkan uang. Kadang-kadang ketakutan itu begitu tidak rasional sehingga mereka membeku,  bahkan tidak mampu membayar kebutuhan dasar yang mendasar.

Seperti dilansir di laman Motley Fool UK, gejala krometofobia dapat bervariasi sehingga mungkin pada awalnya sulit untuk mengenali adanya masalah. Namun, seperti fobia lainnya, ketakutan bisa begitu kuat sehingga pada titik tertentu teman-teman dekat dan anggota keluarga cenderung memperhatikan ada sesuatu yang salah.

Beberapa tanda paling umum bahwa krometofobia menjadi masalah, misalnya menghindari percakapan atau bahkan memikirkan uang. Pasalnya, orang-orang dengan krometofobia sering merasa tidak berdaya dalam hal mengelola keuangan. Mereka ingin fokus sesedikit mungkin.

Gejala lainnya yakni penolakan untuk membayar tagihan atau membeli kebutuhan dasar, termasuk perlengkapan kebersihan, produk perawatan pribadi, atau bahkan makanan. Selain itu, mereka juga menghindari aktivitas yang membutuhkan biaya seperti jalan-jalan, pergi ke bioskop, atau mengikuti pusat kebugaran. Meskipun orang yang menabung mungkin juga menghindari hal ini, namun orang dengan krometofobia tidak melakukan itu dengan tujuan menabung.

Fobia ini juga ditandai dengan gejala obsesi menghitung uang dan memeriksa rekening bank. Orang dengan krometofobia mungkin memeriksa rekening bank atau dompet mereka beberapa kali sehari. Mereka mungkin juga mengalami stres ekstrem jika melihat uang hilang (misalnya, setelah penarikan pembayaran tagihan otomatis atau membeli sesuatu).

Gejala lainnya adalah orang yang takut menghabiskan uang terkadang menderita kecemasan atau depresi. Mereka juga terkadang mengalami gejala fisik seperti sesak napas.

Uang sering kali menjadi topik yang tabu. Menurut organisasi penasihat keuangan  deVere Group, 56 persen orang yang disurvei merasa sangat sulit membicarakan keuangan pribadi.

Namun membicarakannya lebih banyak sebenarnya dapat membuat gejala krometofobia menjadi lebih baik. Menceritakan masalah uang kepada keluarga atau sahabat dapat membantu Anda mendapatkan perspektif berbeda tentang keuangan dan cara menghadapinya.

Selain membahas keuangan, ada cara lain untuk menangani krometofobia yaitu lacak semua pengeluaran Anda. Jika memiliki anggaran, Anda akan tahu persis ke mana perginya uang sehingga tidak perlu khawatir tidak memiliki cukup uang.

Anda juga sebaiknya siapkan dana darurat. Menyisihkan tabungan dapat mengurangi kekhawatiran akan kehabisan uang jika terjadi sesuatu.

Saran lainnya, mulai memberi diri Anda uang saku yaitu sejumlah uang yang dapat Anda belanjakan untuk diri sendiri setiap pekan atau setiap bulan. Ini akan mengajari Anda untuk sedikit bersantai di sekitar uang tanpa merasa kehilangan kendali atas uang itu.

Anda juga harus meluangkan waktu untuk mempelajari keuangan. Baca informasi tentang investasi, tabungan, dan rekening pensiun. Cara terbaik untuk mengatasi rasa takut menghabiskan uang adalah dengan memahaminya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA