Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Bukalapak Dukung Gerakan Makmurkan Masjid DMI

Kamis 18 Feb 2021 18:27 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Fuji Pratiwi

Logo Bukalapak. Bukalapak menandatangani nota kesepahaman dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam mendukung gerakan Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid.

Logo Bukalapak. Bukalapak menandatangani nota kesepahaman dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam mendukung gerakan Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid.

Foto: Wikimedia Commons
DMI-Bukalapak akan bekerja sama pada sejumlah program 2021, termasuk saat Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bukalapak menandatangani nota kesepahaman dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam mendukung gerakan Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid yang diinisiasikan oleh DMI. 

Kerja sama ini dimulai saat silaturahim CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin dengan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla pada 3 Februari 2021 di kantor pusat DMI. Dalam kunjungan tersebut, Rachmat menyatakan Bukalapak akan mendukung program DMI yaitu mengakselerasi Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid.

Baca Juga

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat DMI Imam Addaruqutni dan President BukaFinancial & Digital Bukalapak Victor Lesmana secara virtual pada Kamis (18/2).

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat DMI Imam Addaruqutni mengatakan, DMI dan Bukalapak akan bekerja sama dalam sejumlah program 2021, termasuk saat Ramadhan 1442H. Yaitu sinergi program dan aplikasi DMI, program Serambi Masjid, marketplace & partner Bukalapak mendukung UKM Masjid, dan donasi korban bencana alam nasional.

"Rencana percontohan tahap pertama akan dilakukan untuk Jakarta dan Bandung, kemudian akan direplikasi ke daerah lainnya," ujar Imam dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (18/2).

DMI, lanjut Imam, berharap, inisiatif ini tak hanya dapat mendukung pengakselerasian program Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid, tapi juga memberikan manfaat kepada seluruh umat.

"Semoga kerja sama ini dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat," kata Imam menambahkan.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA