Kamis 18 Feb 2021 13:12 WIB

Sandiaga Uno Dukung Penyelenggaraan Banyuwangi Festival

Sandi sebut Banyuwangi kota festival terbaik dan menjadi rujukan destinasi pariwisata

Peserta program BSBI - Banyuwangi saat memeriahkan acara Festival Selat Bali pada 7 Agustus 2019.
Foto: dokpri
Peserta program BSBI - Banyuwangi saat memeriahkan acara Festival Selat Bali pada 7 Agustus 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendukung penyelenggaraan Banyuwangi Festival 2021 untuk menggeliatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sekaligus mewujudkan kampanye Bangga Berwisata di Indonesia (BWI) 2021.

“Saya sangat bersemangat mendukung Banyuwangi Festival 2021, sebagai daya tarik pariwisata daerah untuk kembali membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif. Banyuwangi dengan kalender kegiatannya, telah dinobatkan sebagai kota festival terbaik dan menjadi rujukan destinasi pariwisata Indonesia,” ujar Menparekraf Sandiaga, dalam acara Launching Banyuwangi Festival 2021.

Banyuwangi Festival 2021 merupakan kalender wisata yang sudah memasuki tahun ke-10, dengan menghadirkan 102 kegiatan dari berbagai macam atraksi. Pelaksanaan festival tersebut mengusung konsep “colorful hybrid” yang memadukan antara luring dan daring. Hal ini dilakukan agar kreativitas masyarakat Banyuwangi tetap berjalan, meskipun di tengah pandemi.

Menparekraf mengatakan penyelenggaraan kegiatan tersebut memberikan dampak yang positif bagi perekonomian masyarakat Banyuwangi. Hal tersebut di dukung dari data tahun 2019 yang menunjukkan bahwa PAD naik Rp 29 miliar, angka kemiskinan menurun 7,52 persen, PDRB naik 157,5 persen, dan pendapatan perkapita naik 149 persen.

“Untuk itu, saya berharap dengan adanya Banyuwangi Festival ini kita bisa bangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, menumbuhkan ekonomi, dan kita membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” ujarnya.

Menparekraf juga mengimbau agar masyarakat Banyuwangi tetap melakukan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin untuk menekan penularan Covid-19. Dengan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan selalu rajin mencuci tangan. Selain itu juga 3T yakni “testing”, “tracing”, dan “treatment”.

“Dengan penerapan protokol kesehatan, mudah-mudahan kita bisa segera keluar dari pandemi dan himpitan ekonomi,” kata Sandiaga.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, menuturkan tahun 2021 menjadi harapan baru bagi bangkitnya Banyuwangi Festival. Dengan menggunakan teknologi baru yang telah disesuaikan dengan era adaptasi kebiasaan baru dan disiarkan secara berbeda dengan view 360 derajat, akan memberikan pengalaman dan sensasi baru bagi para peserta.

Dengan teknologi ini masyarakat juga bisa belanja produk-produk UMKM dari rumah. “Ini sebagai salah satu solusi kami agar pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tetap bisa produktif dan transaksi tetap dapat dilakukan secara online,” ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement