Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Kapolda Jabar Ancam Pidana 12 Anggota Polsek yang Narkoba

Kamis 18 Feb 2021 09:40 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Indira Rezkisari

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Ahmad Dofiri memberikan keterangan kepada media tentang 12 orang anggota yang diduga melakukan penyalahgunaan narkoba. Salah satunya adalah Kapolsek Astana Anyar yang sudah dicopot jabatannya.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Ahmad Dofiri memberikan keterangan kepada media tentang 12 orang anggota yang diduga melakukan penyalahgunaan narkoba. Salah satunya adalah Kapolsek Astana Anyar yang sudah dicopot jabatannya.

Foto: dok. Istimewa
Kapolsek Astana Anyar sudah dicopot pascatemuan penyalahgunaan narkoba.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Ahmad Dofiri, menegaskan sanksi pemecatan atau pidana menanti 12 orang anggota kepolisian yang diduga menyalahgunakan narkoba. Diketahui, salah seorang anggota tersebut yaitu Kapolsek Astana Anyar berinisial YP yang sudah dicopot dari jabatannya.

"Ini pembelajaran bagi yang lain karena bagi anggota yang menyalahgunakan narkoba, kebijakan pimpinan jelas, pak kapolri kemarin menyampaikan bahwa bagi anggota penyalahguna narkoba pilihannya ada dua dipecat atau dipidanakan," ujarnya di Mapolrestabes Bandung, Kamis (18/2).

Ia mengatakan sanksi yang tegas diberikan sebagai bentuk keseriusan institusi kepolisian. Pihaknya berharap agar para anggota tidak terjebak dalam penyalahgunaan narkoba.

"Masih banyak anggota kita lain yang baik, yang melakukan kekeliruan seperti yang keterlibatan narkoba itu tentunya kita akan ambil langkah dan tindakan tegas. Supaya menjadi pembelajaran bagi yang lain jangan sampai nanti terulang seperti," katanya.

Kapolda menegaskan sanksi yang menanti 12 orang anggota tersebut yaitu pemecatan atau pidana. Namun, sanksi keduanya dapat dilakukan mengacu kepada tingkat kesalahan yang dilakukan.

"Oh jelas, jadi dua pilihannya tadi dipecat atau dipidanakan. Jadi sangat jelas sekali tindakan kita terhadap anggota yang melakukan pelanggaran tadi. Bisa juga dua-duanya tergantung kesalahannya nanti ya, kita lihat," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA