Besok, Polisi Jelaskan Kematian Ustaz Maaher ke Komnas HAM

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Ilham Tirta

Pemakaman Ustaz Maaher at-Thuwailibi di Pondok Pesantren Darul Quran, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.
Pemakaman Ustaz Maaher at-Thuwailibi di Pondok Pesantren Darul Quran, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. | Foto: Republika/Alkhaledi Kurnialam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polri akan menjelaskan terkait kematian Ustaz Maaher At-Thuwalibi alias Soni Eranata kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada Kamis (18/2). Sebelumnya, Komnas HAM ingin mendalami penyebab sebenarnya kematian Ustadz Maaher di dalam rumah tahanan (rutan) Bareskrim Polri.

"Komnas HAM RI akan menerima keterangan dan penjelasan secara langsung dari pihak kepolisian terkait kasus meninggalnya almarhum Ustad Maheer At-Thuwailibi. Kami akan menerima penjelasan pada Kamis, 18 Februari 2021 pukul 14.00 WIB bertempat di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta," kata Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam dalam keterangannya, Rabu (17/2).

Hal ini, kata Anam, merupakan tindak lanjut dari surat yang telah dilayangkan Komnas HAM beberapa waktu lalu kepada Bareskrim Polri untuk mendapat keterangan dan penjelasan perihal kasus meninggalnya almarhum Ustad Maheer At-Thuwailibi.

Ustaz Maaher mendekam dalam tahanan karena dilaporkan atas dugaan penghinaan terhadap Habib Luthfi bin Ali bin Yahya pada November tahun lalu. Ia ditangkap pada Desember 2020.

Pada Senin (8/2) malam, Ustaz Maaher meninggal dunia di rumah tahanan Bareskrim Polri. Kuasa hukum Ustaz Maaher, Djuju Purwantoro mengatakan, almarhum sempat dirawat di RS Polri sepekan sebelumnya. Pihak keluarga, kata dia, sempat meminta agar sang ustaz segera dirujuk ke RS Ummi, Bogor.

Keluarga mengakui Ustaz Maaher memiliki riwayat penyakit TB usus. Kakak ipar almarhum, Jamal, meyakini Ustaz Maaher menempati sel yang sangat tidak laik sehingga memperburuk kesehatannya.

Menurut dia, Ustaz Maaher, keluarga, dan pengacara sudah meminta kesempatan untuk rawat inap di RS Ummi. Namun, permohonan tersebut tidak kunjung disetujui hingga almarhum wafat.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Komnas HAM Terima Penjelasan Kematian Ustaz Maaher Besok

Polisi Siap Tindaklanjuti Pelaporan Novel Baswedan

Kritisi Penahanan Ustadz Maaher, Novel Baswedan Dilaporkan

Pengacara: Polisi tak Berhak Bicara Penyakit Ustaz Maaher

Polri Imbau Jangan Spekulasi Penyebab Wafatnya Ustadz Maaher

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image