Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

Partai Jepang Izinkan Perempuan Ikut Rapat, Tapi Harus Diam

Rabu 17 Feb 2021 14:04 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Perempuan Jepang (ilustrasi)

Perempuan Jepang (ilustrasi)

Foto: www.pxhere.com
Jepang menduduki peringkat kesenjangan gender terburuk di antara negara-negara maju

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Partai Demokrat Liberal yang berkuasa di Jepang mengusulkan agar lima anggota parlemen perempuan dilibatkan dalam pertemuan penting partai, untuk melihat proses pengambilan keputusan. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Liberal Toshihiro Nikai mengatakan, ada kritik yang menyatakan bahwa dewan partai didominasi laki-laki. 

"Penting untuk memahami proses diskusi yang sedang terjadi," ujar Nikai.

Baca Juga

Surat kabar Nikkei melaporkan, lima anggota parlemen perempuan tersebut nantinya tidak dibolehkan berbicara atau menyampaikan pendapat selama menghadiri pertemuan partai. Mereka hadir hanya untuk mengamati, dan dapat menyampaikan pendapat secara terpisah ke kantor sekretariat. Pekan ini, kelompok perempuan anggota parlemen di Partai Demokrat Liberal meminta kepada Nikai untuk meningkatkan rasio perempuan dalam posisi kunci di partai tersebut. 

Pekan lalu, Kepala Panitia Penyelenggara Olimpiade Tokyo Yoshiro Mori mengundurkan diri setelah melontarkan pernyataan bernada seksisme terhadap perempuan. Mori mengeluarkan pernyataan kontroversial yang menyindir perempuan. Menurutnya, keterlibatan banyak perempuan bisa memakan waktu karena semua akan meminta kesempatan berbicara.

Ucapan Mori adalah salah satu contoh yang menunjukkan bahwa seksisme telah mengakar dalam masyarakat Jepang. Negara tersebut berada di peringkat 121 dari 153 negara di Indeks Kesenjangan Gender Global 2020 Forum Ekonomi Dunia. Jepang menduduki peringkat kesenjangan terburuk di antara negara-negara maju, serta mendapat skor buruk pada partisipasi ekonomi dan pemberdayaan perempuan dalam politik.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA