Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Usai Divaksin, Wapres Ajak Lansia Ikut Vaksinasi

Rabu 17 Feb 2021 13:55 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Mas Alamil Huda

Wakil Presiden Ma

Wakil Presiden Ma

Foto: KIP/Setwapres
Telah ada penelitian yang memastikan lansia bisa divaksin sesuai kriteria tertentu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak kelompok masyarakat yang berusia lanjut (lansia) untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Wapres mengatakan, telah ada penelitian yang memastikan lansia bisa divaksin sesuai kriteria tertentu.

"Saya ajak semua yang sebangsa dengan saya, serumpun dengan saya, yang usianya sudah cukup lanjut, saya di atas 70, ini saya kira ternyata vaksin ini insya Allah tidak menimbulkan efek apa-apa," ujar Wapres usai menerima vaksin Coronavac buatan Sinovac, pada Rabu (17/2).

Wapres juga mengaku tidak merasakan efek apapun usai divaksin oleh Tim Dokter Kepresidenan dr Dwi Edi Wahono, SpDD, KGH. "Alhamdulillah tidak ada masalah, tidak sakit, tidak ada rasa pusing, biasa-biasa saja," kata Ma'ruf.

Ma'ruf juga menjelaskan, alasan ia baru menerima vaksin hari ini karena selama ini belum ada izin penggunaan darurat vaksin untuk kelompok usia di atas 59 tahun. Namun pada 5 Februari lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin untuk kelompok usia di atas 60 tahun.

"Karena saya selama ini menunggu apakah yang di atas 59 (tahun) itu boleh apa tidak, selama ini belum ada konfirmasi. Nah, sekarang ini sesuai dengan janji saya kalau memang yang sudah lansia seperti saya ini boleh divaksin, sesuai aturan, dan juga hasil penelitiannya menunjukkan bahwa itu bisa dilakukan," kata Ma'ruf.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang turut mendampingi, menyebut Wapres memberikan contoh bagi lansia-lansia di Indonesia. Karenanya, ia berharap hal ini diikuti oleh para lansia lainnya yang masuk kategori sasaran vaksinasi.

"Sekali lagi mengucapkan terima kasih karena vaksinasi ini bukan hanya untuk melindungi kita, tapi melindungi juga keluarga kita, tetangga seluruh rakyat Indonesia dan umat manusia di dunia," ujar Budi.

Selain itu, Budi menekankan program vaksinasi terus digencarkan demi mencapai target kekebalan komunitas atau herd immunity yakni 70 persen dari populasi penduduk Indonesia. Karenanya, ia menilai fungsi sosialnya vaksinasi lebih besar daripada perlindungan individual.

"Jadi Pak Wapres memberikan contoh yang sangat baik dari para lansia di Indonesia, mudah-mudahan bisa diikuti oleh para senior kita di Indonesia. Semoga sehat selalu dan bisa melindungi seluruh keluarga Bapak," kata Budi.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, program vaksinasi untuk lansia ini merupakan salah satu program strategis. Ini karena, kata Doni, lansia adalah salah satu kelompok yang sangat rentan terhadap Covid-19 ini disamping tenaga kesehatan.

"Wapres telah memberikan contoh kepada kita semua untuk bersedia dilakukan vaksin. mudah-mudah-mudahan WNI yang masuk kelompok lansia atau rentan bisa ikut serta divaksin oleh petugas kesehatan," kata Doni lagi.

Ma'ruf Amin telah selesai menerima vaksin Coronavac buat Sinovac di rumah dinas Wapres, Jakarta, Rabu (17/2). Pelaksanaan vaksinasi Wapres dilakukan sekitar pukul 08.30 WIB oleh Tim Dokter Kepresidenan yakni dr. Dwi Edi Wahono Sp.DD, KGH.

Dalam video yang dibagikan Sekretariat Wakil Presiden, Wapres yang mengenakan kemeja lengan pendek lebih dahulu dicek kesehatan oleh Tim Dokter, seperti pengecekan suhu dan mengisi data sebelum disuntik oleh vaksinator.

 "Alhamdlilah baru saja saya sudah divaksin alhamdulillah tidak ada masalah, tidak sakit, tidak ada rasa pusing, biasa biasa saja," kata Ma'ruf dalam keterangannya, Rabu (17/2).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA