Rabu 17 Feb 2021 10:16 WIB

Jelang Pengumuman Suku Bunga Acuan BI, IHSG Bergerak Mix

Pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh sentimen prospek suku bunga.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Jakarta. ilustrasi
Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Jakarta. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak campuran pada perdagangan pagi ini, Rabu (17/2). IHSG menguat 0,17 persen ke posisi 6.302 setelah sebelumnya sempat jatuh ke zona merah dan menyentuh level 6.263. 

Menurut kepala riset Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi, pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh sentimen prospek suku bunga. "Investor menanti hasil pertemuan Bank Indonesia pekan ini untuk melihat kebijakan suku bunga hingga pertumbuhan pinjaman," kata Lanjar, Rabu (17/2). 

Baca Juga

Dari global, Lanjar melihat, investor akan menanti hasil pertemuan Menteri Keuangan kawasan Euro yang akan membahas situasi dan prospek ekonomi. Investor juga menanti rilis data penjualan ritel AS yang akan menjadi salah satu tigger pemulihan ekonomi.

Secara teknikal, Lanjar menjelaskan, IHSG bergerak terkonsolidasi pada area dekat upper bollinger bands dengan potensi menjenuh pada area overbought secara momentum. IHSG pun berpotensi bergerak terkonsolidasi cenderung tertekan pada hari ini.

Adapun saham-saham yang dapat dicermati secara AALI, ACES, ASII, BBCA, JSMR, TBIG, TLKM. Di sisi lain, Lanjar menilai saham-saham produsen minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) hari ini akan sangat diuntungkan dengan kembali menguatnya harga CPO. 

Faktor cuaca dan keterbatasan produksi negara produsen disebut menjadi faktor utama kenaikan. "Ini menjadi optimisme investor pada saham-saham produsen CPO pada perdagangan hari ini," kata Lanjar.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement