Selasa 16 Feb 2021 14:11 WIB

Pulau Jawa akan Milik PLTS Berkapasitas 1.900 MW

PLTS tersebut disesuaikan dengan keberadaan waduk-waduk di pulau Jawa.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
Foto udara petugas melintas di sekitar panel surya terapung seusai peresmian Pembangunan pertama PLTS Terapung Cirata di kawasan Waduk Cirata, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (17/12). PT PJB Investasi (PT PJBI) sebagai anak perusahaan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PT PJB) bekerja sama dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA) Masdar dalam pembangun PLTS Terapung Cirata 145 MWac terbesar se-Asia Tenggara sekaligus terbesar kedua di dunia dalam rangka meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) agar mencapai target 23 persen di tahun 2025 dengan nilai investasi proyek mencapai 129 juta USD atau sekitar 1,8 triliun rupiah.
Foto: ANTARA/M Agung Rajasa
Foto udara petugas melintas di sekitar panel surya terapung seusai peresmian Pembangunan pertama PLTS Terapung Cirata di kawasan Waduk Cirata, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (17/12). PT PJB Investasi (PT PJBI) sebagai anak perusahaan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PT PJB) bekerja sama dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA) Masdar dalam pembangun PLTS Terapung Cirata 145 MWac terbesar se-Asia Tenggara sekaligus terbesar kedua di dunia dalam rangka meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) agar mencapai target 23 persen di tahun 2025 dengan nilai investasi proyek mencapai 129 juta USD atau sekitar 1,8 triliun rupiah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mengejar target bauran energi dengan masif membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Salah satunya, pemerintah berencana membangun PLTS terapung di Jawa dengan total kapasitas 1.900 MW.

Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menjelaskan, pemetaan potensi PLTS Terapung sudah tertuang dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru yang disusun pemerintah bersama PT PLN (Persero). Dia menjelaskan, potensi PLTS Terapung disesuaikan dengan keberadaan waduk-waduk di Pulau Jawa.

Baca Juga

"Dalam RUPTL sekarang, sedang disusun dan kami akan masukkan semua yang ada di Jawa ini ada waduk bendungan 1.900 MW yang akan kami masukkan untuk mendorong pemanfaatan tenaga surya di danau," kata Dadan dalam diskusi virtual, Selasa (16/2).

Dia mencontohkan konsep pengembangan PLTS Terapung yang ada di waduk Cirata di mana harganya juga sudah bisa masuk di bawah Biaya Pokok Produksi (BPP)  pembangkitan Jawa.

Menurut Dadan, lebih baik lagi kalau PLTS dikombinasikan dengan PLTA sehingga bisa saling mengisi alasannya karena hampir semua PLTA digunakan sebagai peaker itu hanya digunakan saat beban puncak atau bbn PLN tinggi.  

"Jadi kita nggak tambah kapastias secara perhitungan tapi meningkatkan waktu operasi dari PLTA yang akan dipasok ke PLTS. Secara harga bagus, perizinan lebih simple, nggak perlu pembebasan lahan dan kita bisa main dikapasitas cukup besar,"ungkap Dadan.

Dalam target pemerintah yang dicanangkan Kementerian ESDM pada 2025, kapasitas PLTS mencapai 5.130 Megawatt (MW), meningkat jauh ketimbang tahun ini yang ditargetkan hanya 280 MW. Kapasitasnya, melesat hingga 2035 nanti mencapai 17.687 MW.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement