Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Kandungan Mikroplastik di Kali Porong Mengkhawatirkan

Selasa 16 Feb 2021 12:15 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Andi Nur Aminah

Pemulung mencari sampah plastik di tempat pembuangan sampah yang berada di tepi sumber air (ilustrasi)

Pemulung mencari sampah plastik di tempat pembuangan sampah yang berada di tepi sumber air (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Dedhez Anggara
Kandungan mikroplastik Sungai Porong lebih tinggi dibandingkan dengan Bengawan Solo.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Hasil penelitian mahasiswi Jurusan Biologi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menyebutkan kandungan mikroplastik di Sungai Porong lebih tinggi dibanding sungai lainnya. Bahkan jika dibanding Sungai Bengawan Solo. Salah satu peneliti, Bella Seftianingrum menyebut, hasil penelitian sampel di tiga titik, yakni hilir Sungai Porong di daerah Tlocor Sidoarjo, Rolak Songo Mojokerto, dan kawasan Mindi, Kecamatan Porong Sidoarjo menemukan mikroplastik antara 63 hingga 79 partikel mikroplastik per 100 liter air. 

"Kandungan mikroplastik Sungai Porong ini, lebih tinggi jika dibandingkan dengan Sungai Bengawan Solo yang hanya 38 hingga 76 partikel mikroplastik per 100 Liter," ujar Bella di Surabaya, Selasa (16/2).

Peneliti lainnya, Linda Setya Rahmawati mengungkapkan fakta lainnya. Hasil uji sampel sedimen dari tiga tempat, Rolak Songo, Mindi, dan Tlocor, kandungan partikel mikroplastik tertinggi ditemukan di Tlocor. Sebanyak 83 partikel mikroplastik per 40 liter ditemukan di hilir Sungai Porong tersebut. Di tempat tersebut, kata Linda, memang lokasinya landai sehingga sedimen menumpuk.

Baca Juga

"Jika dibandingkan dengan penelitian lainnya disepanjang Selat Madura, temuan mikroplastik di Tlocor lebih tinggi dibandingkan dengan Muara kali Lamong di Gresik, lamongan, Socah, dan Kamal di Bangkalan,” kata Linda. 

Ia berharap ada upaya pengendalian kandungan mikroplastik di perairan dan sedimen, terutama di sepanjang Sungai Porong. Dikhawatirkan kandungan mikroplastik terlalu banyak akan mengancam keamanan pangan laut (seafood). Karena air sungai yang mengalir, muaranya ke lautan.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA