Selasa 16 Feb 2021 11:07 WIB

Pemprov Lampung Targetkan Produksi Padi 3 Juta Ton

Agar target tercapai, Lampung akan minta tambahan alokasi pupuk dari Kementan.

Foto udara lahan tanam padi (ilustrasi). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menargetkan produksi padi di daerah itu mencapai tiga juta ton pada 2021.
Foto: ANTARA/Adeng Bustomi
Foto udara lahan tanam padi (ilustrasi). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menargetkan produksi padi di daerah itu mencapai tiga juta ton pada 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menargetkan produksi padi di daerah itu mencapai tiga juta ton pada 2021. Target produksi itu dikejar melalui program tanam padi dalam mendukung ketahanan pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura, Provinsi Lampung, Kusnardi menyampaikan, guna mendukung ketahanan pangan, pada tahun ini Pemprov Lampung menargetkan panen padi mencapai tiga juta ton melalui program tanam padi.

Baca Juga

"Kami mengharapkan target itu akan tercapai dengan berbagai optimalisasi yang akan dilakukan, seperti perbaikan irigasi dan perbaikan lahan rawa untuk peningkatan luas tanam," kata Kusnardi di Bandarlampung, Selasa (16/2).

Selain itu, Pemprov Lampung akan meminta tambahan alokasi pupuk dari Kementerian Pertanian jika memang diperlukan. Hal ini agar target yang telah ditentukan dapat tercapai.

Terkait asuransi untuk lahan-lahan pertanian yang dilanda bencana, Provinsi Lampung pada tahun ini mendapatkan alokasi untuk 20-30 ribu hektare. Kusnardi mengakui jumlah itu masih sangat minim.

Meski begitu, Pemprov Lampung berharap akan tumbuh kesadaran dari petani untuk mengikuti program asuransi mandiri untuk lahan pertanian. "Karena langkah ini cukup penting dilakukan untuk menghindari kerugian akibat bencana," ujarnya.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini di Provinsi Lampung terdapat 544.000 hektare lahan panen, dengan produksi panen mencapai 79.000 ton atau naik sebesar 17,2 persen dibandingkan 2019 yang hanya seluas 464.000 ha.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement